• Sat, Oct 2026

Denny JA Hadirkan Puisi Esai di Taman Kota, Luncurkan Antologi Rumah Itu Bernama Indonesia

Denny JA Hadirkan Puisi Esai di Taman Kota, Luncurkan Antologi Rumah Itu Bernama Indonesia


JAKARTA : SERANTAU MEDIA – Puisi esai dibawa ke ruang publik melalui kegiatan Menikmati Puisi Esai di Taman Kota yang digelar Denny JA Foundation di Paviliun Merah, Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang peluncuran antologi puisi Rumah Itu Bernama Indonesia karya Komunitas Arisan Puisi Esai.

Acara tersebut menghadirkan penggagas puisi esai, Denny JA, serta Mahwi Airtawar yang mengulas antologi tersebut. Sejumlah kegiatan mewarnai acara, mulai dari pembacaan puisi, pertunjukan teatrikal, hingga diskusi karya sastra.

Melalui kegiatan ini, puisi esai diperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat. Sastra tidak hanya ditempatkan sebagai karya yang dinikmati dalam ruang terbatas, tetapi juga menjadi medium untuk menyuarakan persoalan sosial, kemanusiaan, dan keberagaman Indonesia.

Antologi Rumah Itu Bernama Indonesia menghimpun karya para penulis Komunitas Arisan Puisi Esai. Buku tersebut mengangkat beragam realitas kehidupan, mulai dari kerusakan hutan, sulitnya akses pendidikan, persoalan kesehatan, hingga kehidupan masyarakat pesisir dan wilayah perbatasan.

Berbagai kisah itu menggambarkan Indonesia sebagai rumah bersama yang semestinya memberi ruang bagi setiap warga, pengalaman, dan suara, termasuk mereka yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Indonesia bukan hanya nama besar yang diucapkan pada hari-hari seremonial. Indonesia adalah rumah yang harus menyediakan tempat bagi setiap cerita, terutama cerita mereka yang selama ini berada di pinggir,” ujar Direktur Denny JA Foundation, Nita Ch. Lusaid.

Menurut Nita, melalui puisi esai, pengalaman sosial tidak sekadar disajikan sebagai angka atau berita, tetapi dihadirkan sebagai suara manusia yang dapat dirasakan pembaca.

Pemilihan taman kota sebagai lokasi kegiatan juga dimaksudkan untuk mendekatkan sastra dengan masyarakat. Ruang terbuka dinilai dapat menjadi tempat pertemuan dan dialog, sekaligus memperluas apresiasi terhadap karya sastra.

Peluncuran antologi tersebut menjadi bagian dari upaya Komunitas Arisan Puisi Esai memperkenalkan karya-karya yang mengangkat kehidupan masyarakat dari berbagai sudut pandang.

Denny JA Foundation berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran sastra sebagai ruang dialog dan refleksi atas persoalan bangsa. Melalui puisi, berbagai pengalaman dan persoalan sosial diharapkan tetap mendapat tempat dalam ingatan publik.***