• Sun, Sep 2026

Erupsi Anak Krakatau Picu Ancaman Abu Vulkanik, Menkes Aktifkan Pusat Krisis Kesehatan

Erupsi Anak Krakatau Picu Ancaman Abu Vulkanik, Menkes Aktifkan Pusat Krisis Kesehatan

Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau telah mencapai sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang. (Foto: BBC)


JAKARTA : SERANTAU MEDIA – Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat akibat paparan abu vulkanik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan Health Emergency Operating Centre (HEOC) dan menyiagakan berbagai peralatan serta obat untuk menangani gangguan pernapasan, mata, dan kulit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan peralatan yang disiapkan antara lain nebulizer, konsentrator oksigen, obat tetes mata, dan salep kulit.

“Kita juga segera mengeluarkan surat edaran untuk memberikan guidance yang rinci terhadap para petugas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang terdampak,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Budi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi erupsi berlangsung. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker dan kacamata untuk mengurangi risiko masuknya partikel abu vulkanik ke saluran pernapasan dan mata.

Menurutnya, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan pada pernapasan, mata, maupun kulit. Masyarakat yang terpapar abu diminta segera membersihkan tubuh setelah kembali ke rumah.

Jika mengalami gangguan kesehatan, warga diminta segera mendatangi puskesmas. Kemenkes telah menyiapkan peralatan untuk penanganan gangguan pernapasan dan iritasi mata maupun kulit.

Budi juga mengingatkan masyarakat tidak mengucek mata apabila terkena partikel abu vulkanik. Mata sebaiknya segera dibersihkan menggunakan air atau obat tetes mata dan diperiksakan ke fasilitas kesehatan apabila keluhan berlanjut.

“Sekali lagi, jangan panik, stay at home and stay healthy,” ujarnya.

BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak abu vulkanik.

Menurutnya, salah satu metode OMC dilakukan dengan mendatangkan hujan. Hujan dengan intensitas cukup deras diharapkan dapat membantu meluruhkan abu vulkanik yang berada di udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung, BNPB bersama BMKG juga menyiapkan metode water mist apabila tidak terdapat pertumbuhan awan hujan yang memadai.

“Kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras, tentu saja abu vulkanik yang sekarang, mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita, ini bisa segera luruh,” kata Suharyanto.

Abu Vulkanik Capai Tangerang

Dampak erupsi juga dirasakan masyarakat Kabupaten Tangerang, Banten. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meminta warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Ia mengatakan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau telah mencapai sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang.

“Abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Buktinya tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata banyak debu-debu yang ada di atas genteng, di atas kap mobil, tetangga, dan juga ada beberapa tempat yang memang banyak debunya itu dari Krakatau,” ujar Maesyal di Tangerang, Minggu.

Ia mengingatkan abu vulkanik dapat membahayakan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika berkendara dan melakukan aktivitas di luar rumah.

Warga juga diimbau terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan erupsi, sebaran abu vulkanik, dan kondisi kualitas udara dari pemerintah serta instansi terkait.(ant/red)