TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) merehabilitasi gedung Asrama Haji di Kota Tanjungpinang dengan anggaran Rp4 miliar. Pengerjaan fisik proyek tersebut kini telah mencapai 40 persen.
Kepala Dinas PUPR Kepri Said Nursyahdu mengatakan rehabilitasi ditargetkan rampung menjelang akhir 2026. Proyek tersebut telah melalui proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Kepri.
“Proyek rehabilitasi asrama haji telah melalui mekanisme lelang di ULP Pemprov Kepri,” kata Said di Tanjungpinang, Kamis.
Menurutnya, rehabilitasi mencakup pembenahan kamar pengunjung serta berbagai sarana dan prasarana gedung agar kondisinya lebih baik dan kembali berfungsi secara optimal.
Pemprov Kepri juga menyiapkan pemanfaatan baru untuk kompleks tersebut. Setelah direhabilitasi, Asrama Haji akan dikembangkan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan (diklat) terpadu bagi aparatur sipil negara (ASN).
“BKPSDM pun akan berkantor di asrama haji sekaligus dimanfaatkan menjadi pusat kegiatan diklat ASN,” ujar Said.
Asrama Haji merupakan kompleks penginapan bagi calon jemaah haji sekaligus gedung serbaguna yang selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat dan pemerintah, seperti seminar hingga resepsi pernikahan.
Aset milik Pemprov Kepri tersebut berada di Jalan Pemuda, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. Kompleks itu mulai dibangun pada 2010 dan rampung pada 2012.
Said menyebut anggaran rehabilitasi bersumber dari dana pinjaman daerah sebesar Rp400 miliar dari Bank Jabar Banten (BJB). (Ant/red)