PEKANBARU : SERANTAU MEDIA — Video Bupati Siak Afni Zulkifli saat mengunjungi wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Kampung Teluk Lanus dan Dusun Mungkal, Kabupaten Siak, Riau, mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sehari setelah video tersebut viral di media sosial, Sekretariat Wakil Presiden menghubungi staf Bupati Siak dan menginformasikan rencana peninjauan langsung kondisi wilayah 3T di Siak.
Afni mengatakan, tim khusus yang ditugaskan Wapres berjumlah delapan orang dan telah tiba di Pekanbaru pada Ahad (4/10/2026).
"Sehari setelah video itu viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden. Mereka menyampaikan video tersebut mendapat atensi Bapak Wakil Presiden dan meminta segera turun melihat kondisi wilayah 3T Siak," kata Afni, Ahad.
Menurut Afni, komunikasi dengan tim Wapres masih berlangsung hingga Sabtu malam. Tim tersebut menanyakan akses transportasi menuju lokasi serta ketersediaan penginapan.
"Ke sana hanya bisa menggunakan kapal. Itu pun kapal sewaan untuk akses satu-satunya masyarakat 3T dan tidak setiap hari tersedia, hanya tiga kali seminggu," ujarnya.
Keterbatasan akses tersebut menjadi salah satu persoalan utama masyarakat di wilayah 3T Siak. Selain transportasi, fasilitas penginapan juga belum memadai.
Afni berharap kunjungan tim pemerintah pusat tidak berhenti pada peninjauan administratif, tetapi dapat melihat langsung persoalan masyarakat dan menghasilkan solusi konkret.
"Syukur-syukur dengan kedatangan tim ini bisa melihat langsung kondisi wilayah 3T dan memberikan solusi konkret. Misalnya membantu pengadaan kapal dan pelayanan pendidikan seperti bus sekolah," katanya.
Salah satu persoalan yang disorot Afni dalam video tersebut adalah belum beroperasinya layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah 3T. Padahal, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut telah tersedia.
"MBG memang belum ada yang buka di wilayah 3T. Baru ada dapurnya saja, tapi belum beroperasi," ungkapnya.
Selain MBG, persoalan lain yang dihadapi masyarakat meliputi akses jalan, pendidikan, kesehatan dan pertanian. Untuk menuju Teluk Lanus dan Dusun Mungkal, misalnya, perjalanan menggunakan kapal dapat memakan waktu sekitar enam jam.
Afni tidak dapat mendampingi langsung tim Wapres karena harus berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD Siak dan Badan Anggaran DPRD Siak untuk membahas proyeksi Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) migas tahun 2027.
"Saya tidak bisa menerima hari ini karena berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD dan Banggar DPRD Siak. Besok kami diterima Dirjen Perimbangan Keuangan untuk menyerap proyeksi APBN 2027 yang menurunkan DBH migas," ujarnya.
Afni menyebut berdasarkan proyeksi yang diterima, DBH migas Siak pada 2027 berpotensi turun sekitar 70 persen. Karena itu, Pemkab Siak meminta penjelasan pemerintah pusat mengenai dasar perhitungannya.
Sementara tim Wapres akan diterima Wakil Bupati Siak Syamsurizal. Afni meminta jajaran pemerintah daerah menunjukkan secara langsung kondisi wilayah 3T kepada tim tersebut.
Afni menegaskan, persoalan 3T di Siak harus dilihat secara utuh. Menurutnya, meski Siak merupakan daerah penghasil minyak, industri kehutanan dan sawit, masih terdapat masyarakat yang belum menikmati akses dasar secara layak.
"Di Siak meskipun kami kaya sebagai penghasil minyak, sumber industri kehutanan dan sawit, masih ada wilayah 3T yang sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat," katanya.
Ia berharap kunjungan tim khusus Wapres menjadi momentum untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan dasar di wilayah 3T Siak.
"Kita sama-sama berharap turunnya tim ini bukan sekadar seremoni, tetapi betul-betul memberikan solusi untuk persoalan yang ada di wilayah 3T Siak," tegas Afni. (mcr/red)