TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA— Sebanyak 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepulauan Riau (Kepri) dihentikan sementara karena belum memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, belasan SPPG tersebut tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna, dan Kepulauan Anambas.
"Rata-rata tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bahkan ada beberapa SPPG yang beroperasi tanpa pemberitahuan kepada BGN," kata Nyanyang yang juga Wakil Gubernur Kepri di Tanjungpinang, Kamis.
Menurut Nyanyang, penghentian sementara dilakukan untuk memastikan dapur pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. SPPG yang belum memenuhi persyaratan tidak diperbolehkan kembali beroperasi hingga seluruh ketentuan dipenuhi.
"Untuk saat ini SPPG tidak boleh beroperasi dulu demi menghindari permasalahan di lapangan, misalnya keracunan makanan," ujarnya.
Penghentian tersebut berdampak pada penyaluran MBG kepada sejumlah penerima manfaat, terutama masyarakat yang berada di sekitar SPPG yang disuspend.
Nyanyang menegaskan, SPPG dapat kembali beroperasi setelah melengkapi seluruh persyaratan yang ditetapkan BGN, terutama SLHS yang menjadi salah satu syarat penting dalam memastikan keamanan proses pengolahan makanan.
Satgas MBG di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, lanjutnya, juga terus memperketat pengawasan terhadap dapur SPPG. Pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi dan kesehatan.
"Kalau memang ada permasalahan dapur SPPG, silakan melapor atau berkoordinasi ke Satgas MBG di wilayah masing-masing," katanya.
Ia mengatakan program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia. Karena itu, pengawasan perlu dilakukan bersama oleh pemerintah, pengelola SPPG, dan masyarakat.
Berdasarkan data terkini, penerima manfaat MBG di Kepri mencapai 679.402 orang atau 87,47 persen dari target. Mereka dilayani melalui 240 SPPG yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri.(ant/red)