• Fri, Jan 2026

Banjir Bandang Sumbar Kembali Terjang Tanah Datar dan Solok

Banjir Bandang Sumbar Kembali Terjang Tanah Datar dan Solok

Tim SAR memandu warga menyeberangi air menggunakan tali di kawasan Batu Busuk, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Minggu (14/12/(foto : Antara)


SOLOK, SERANTAU MEDIA - Sejumlah kawasan di Sumatera Barat (Sumbar) kembali diterjang banjir dan banjir bandang (galodo) menyusul curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak kemarin hingga Jumat (2/1). 

Wilayah terdampak parah mencakup Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, hingga Kota Padang.

Berdasarkan laporan lapangan, titik bencana terjadi di lokasi yang sebelumnya juga terdampak parah. Di Kabupaten Tanah Datar, terjangan air bah melanda Malalo di tepian Danau Singkarak. 

Sementara di Kabupaten Solok, banjir merendam Nagari Sandiang Baka (Kecamatan X Koto Singkarak), serta Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan (Kecamatan Junjung Sirih).

Di Kota Padang, luapan air dilaporkan menggenangi Batu Busuak, kawasan Kuranji, dan Koto Tangah. Kondisi serupa juga terjadi di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

"Galodo (banjir bandang) kembali terjadi di Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Tanah Datar," ungkap Kasmir, salah seorang warga Malalo, di lapangan, Jumat (2/1).

Merespons situasi darurat, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, langsung turun ke lokasi bencana. Didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, serta jajaran camat, Bupati meninjau aliran sungai yang melintas di tengah permukiman padat penduduk di Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan.

Kenaikan debit air sungai terpantau signifikan sejak Selasa siang akibat intensitas hujan yang tak kunjung reda. Jon Firman Pandu meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk menerapkan status siaga satu.

“Cuaca hidrometeorologi di Solok masih tinggi berdasarkan informasi BMKG. Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama di wilayah Muaro Pingai, Saniang Bakar, Koto Sani, dan Paninggahan, untuk tetap waspada dan berhati-hati,” tegas Jon Firman Pandu di lokasi peninjauan.

Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan lepas tangan dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

“Kami hadir di lapangan bersama BPBD, camat, wali nagari, dan tokoh masyarakat. Pemerintah daerah siap membantu masyarakat, dan kita semua diminta untuk tetap sabar menghadapi kondisi ini,” pungkasnya seperti dikutip dari laman Media Indonesia. ***