PEKANBARU, SERANTAU MEDIA - Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, BP3MI Riau telah memfasilitasi pemulangan 2.707 pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah.
Pemulangan pekerja migran ini merupakan bagian dari upaya perlindungan bagi PMI yang menghadapi masalah saat bekerja di luar negeri.
Menurut Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, jumlah PMI yang kembali terbanyak berasal dari Sumatera Utara. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih pada wilayah dengan tingkat PMI bermasalah yang tinggi.
“BP3MI Riau bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pemulangan PMI dilakukan dengan aman dan terorganisir. Pendampingan diberikan agar PMI dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan rumah masing-masing,” jelas Fanny, Rabu (31/12/2025).
Pemulangan ini juga mencakup edukasi tentang hak dan kewajiban PMI di luar negeri. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko masalah bagi pekerja migran di masa mendatang.
Fanny menekankan bahwa perlindungan PMI tidak berhenti pada pemulangan saja. BP3MI juga menyediakan layanan konseling dan bantuan sosial bagi PMI yang membutuhkan.
“Sepanjang 2025, BP3MI Riau terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah ini diambil agar pemulangan PMI berjalan lancar dan sesuai prosedur,” ungkapnya.
Selain itu, BP3MI aktif melakukan sosialisasi mengenai prosedur resmi keberangkatan PMI. Sosialisasi ini bertujuan agar calon PMI lebih siap dan terhindar dari praktik ilegal atau bermasalah.
Fanny berharap data pemulangan tahun ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Dengan demikian, perlindungan PMI bisa lebih optimal dan jumlah kasus bermasalah dapat ditekan di masa depan. (rls)