• Sat, Oct 2026

DPR Minta Investasi AI di Batam Serap Tenaga Kerja Lokal

DPR Minta Investasi AI di Batam Serap Tenaga Kerja Lokal

Suasana rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama mitra BUMN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026).


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh meminta pemerintah memastikan investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pusat data di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Rahmat mengingatkan, besarnya nilai investasi di sektor teknologi tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah lapangan kerja yang tercipta. Sebab, operasional pusat data dan infrastruktur AI cenderung mengandalkan teknologi dengan kebutuhan tenaga kerja yang relatif terbatas.

“Investasi AI ini minim penyerapan tenaga kerja karena sifatnya menggunakan teknologi tinggi (high tech),” kata Rahmat dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama mitra BUMN dan Pemerintah Provinsi Kepri di Tanjungpinang, Jumat.

Menurut Rahmat, Batam semakin diminati perusahaan teknologi untuk mengembangkan infrastruktur AI dan pusat data. Namun, ia mengkhawatirkan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar hanya berlangsung selama tahap pembangunan, sedangkan kebutuhan pekerja berkurang ketika fasilitas mulai beroperasi.

Karena itu, ia meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat posisi tawar dalam bernegosiasi dengan investor. Tujuannya, agar investasi tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

“Potensi emas ini harus dikelola dengan baik. Jangan sampai Batam cuma jadi gudang data AI, sementara anak-anak mudanya tidak diberdayakan di perusahaan tersebut,” ujarnya.

Selain penyerapan tenaga kerja, Rahmat menyoroti kebutuhan listrik dan air bersih yang besar untuk mendukung operasional pusat data. Menurut dia, investor perlu turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur tersebut agar tidak sepenuhnya menjadi beban pemerintah melalui APBD maupun APBN.

Ia mencontohkan Singapura sebagai negara yang melibatkan investasi swasta dalam pengembangan infrastruktur perkotaan.

“Harapan kita, investor yang masuk tidak hanya mengambil keuntungan, tapi juga memberikan keuntungan bagi Kepri,” katanya.

Meski demikian, Rahmat menegaskan dukungannya terhadap pengembangan investasi teknologi di Batam. Menurut dia, posisi Batam sebagai kawasan strategis perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan pusat data di Batam adalah DayOne. Pada April 2026, perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan PLN Batam untuk mendukung pasokan listrik bagi fasilitas pusat data di kawasan Kabil.

BP Batam menyebut kerja sama itu mencakup penyediaan listrik berkapasitas 511 megavolt ampere (MVA), setara sekitar 450 megawatt (MW), yang akan direalisasikan secara bertahap pada 2026–2027. (ant/red)