TEMBILAHAN, SERANTAU MEDIA - Kepolisian Resor Indragiri Hilir (Inhil) telah memeriksa lima orang saksi terkait kebocoran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia pada Jumat (2/1/2026). Kebocoran gas ini memicu kebakaran di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora mengatakan, pemeriksaan saksi merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut.
“Hingga saat ini sudah ada lima orang saksi yang kita mintai keterangan. Rata-rata saksi menyebutkan api awalnya muncul kecil lalu membesar secara tiba-tiba, namun penyebabnya belum diketahui,” ujar Kapolres, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, polisi akan melanjutkan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses tersebut melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau yang saat ini masih dalam perjalanan ke lokasi.
Selain itu, Tim Inafis Polres Indragiri Hilir telah bersiaga di lokasi kejadian sejak pagi, namun masih menunggu proses pendinginan area kebakaran. Api diketahui baru benar-benar padam pada pukul 05.41 WIB.
“Olah TKP akan dilakukan setelah area dipastikan aman dan dingin,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, pipa gas yang mengalami kebocoran berada di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
Kapolres juga mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat kejadian, api tiba-tiba keluar dari titik kebocoran pipa gas yang berada di kedalaman sekitar 1,5 meter di dalam tanah.
“Saat kejadian api menyembur cukup tinggi, sekitar 15 meter. Ada tujuh orang yang melintas di sekitar lokasi dan mengalami luka bakar ringan di bagian punggung dan kaki,” ujar AKBP Farouk.
Ia menjelaskan, selain menimbulkan korban luka, kebakaran juga menghanguskan lima unit kendaraan yang sedang terparkir di sekitar lokasi kejadian.(rri/red)