• Sat, Jun 2026

Kemenhut Perkuat Operasi Manggala Agni Untuk Tangani Karhutla di Sumatra

Kemenhut Perkuat Operasi Manggala Agni Untuk Tangani Karhutla di Sumatra


JAKARTA, SERANTAU MEDIA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra. Pihaknya mengerahkan personel Manggala Agni ke Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Langkah ini dilakukan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera (Balai Dalkarhut Sumatera). Untuk mempercepat pemadaman, pendinginan, serta patroli pencegahan agar api tidak meluas dan kebakaran tidak kembali muncul.

“Manggala Agni bekerja di garis depan pengendalian karhutla. Mereka hadir bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, KPH, dan masyarakat untuk memastikan api tidak meluas,” kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, Sabtu, 6 Juni 2026.

Di Aceh, tim Manggala Agni diterjunkan untuk menangani karhutla di Kabupaten Nagan Raya. Tepatnya di Desa Kayee Unou, Kecamatan Darul Makmur, dan Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Penanganan dilakukan secara intensif karena lokasi kebakaran berada di kawasan gambut yang rentan terbakar. Sementara di Riau, operasi pemadaman diperkuat menyusul munculnya titik karhutla baru di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Personel tambahan dari sejumlah Daops Manggala Agni dikerahkan untuk mendukung pemadaman dan pendinginan di empat lokasi prioritas. Selain itu, Manggala Agni juga berhasil menangani karhutla di Desa Durian Luncuk, Jambi, serta Desa Sungai Rambutan, Sumatra Selatan.

Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto, menegaskan pihaknya terus memperkuat respons cepat terhadap setiap laporan titik api. Yakni melalui penambahan personel lintas daerah operasi dan patroli pencegahan.

“Fokus kami adalah merespons cepat setiap laporan titik api, membatasi perluasan area terbakar. Dan memastikan pendinginan dilakukan sampai tuntas,” ujar Ferdian.

Kemenhut juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Serta segera melaporkan jika ditemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sejak dini. (RRI/red)