PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi Riau mengajak perusahaan yang beroperasi di sepanjang ruas Jalan Mahato (batas Kabupaten Rokan Hilir) hingga Simpang Manggala untuk berkolaborasi memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan berat.
Ajakan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kerusakan Jalan Provinsi di Kantor Gubernur Riau, Selasa (21/7/2026).
Menurut SF Hariyanto, kondisi ruas jalan tersebut membutuhkan penanganan segera karena banyak titik berlubang yang mengganggu mobilitas masyarakat maupun aktivitas perusahaan. Di sisi lain, kemampuan fiskal pemerintah daerah masih terbatas untuk membiayai seluruh perbaikan.
"Kami mengundang perusahaan yang memanfaatkan ruas jalan ini untuk berkolaborasi. Kondisi jalan harus segera diperbaiki karena masih banyak kerusakan, sementara kemampuan keuangan daerah belum memungkinkan untuk menanganinya secara menyeluruh," ujarnya.
Pemprov Riau, kata dia, telah mengalokasikan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk memperbaiki sekitar 8,7 kilometer jalan. Namun, masih ada sekitar 27 kilometer ruas yang memerlukan penanganan sehingga dibutuhkan dukungan dari perusahaan yang menggunakan jalur tersebut.
SF Hariyanto menegaskan, keterlibatan perusahaan bukan dalam bentuk penyerahan dana kepada pemerintah. Pemprov hanya berperan mengawasi pelaksanaan pekerjaan serta memastikan perbaikan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Selain itu, ia mengimbau perusahaan menggunakan kendaraan operasional berpelat nomor BM agar pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan dapat menjadi sumber pendapatan daerah untuk mendukung pembangunan, termasuk pemeliharaan jalan.
"Kami berharap perusahaan menggunakan pelat BM. Pajak kendaraan itu akan kembali ke daerah dan dimanfaatkan untuk pembangunan, termasuk perbaikan jalan," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Zulfahmi, mengatakan ruas Jalan Mahato–Simpang Manggala memiliki panjang sekitar 80,65 kilometer.
Ia menjelaskan, kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas distribusi perusahaan. Saat musim hujan, tidak sedikit kendaraan yang terjebak akibat kondisi jalan yang rusak sehingga memicu kemacetan.
Berdasarkan data Dinas PUPR-PKPP Riau, sepanjang 8,45 kilometer ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat dengan tingkat kerusakan di atas 30 persen. Sementara sekitar 27,25 kilometer lainnya mengalami kerusakan sedang dan membutuhkan penanganan dalam waktu dekat.
Pemprov Riau berharap sinergi dengan dunia usaha dapat mempercepat perbaikan ruas Jalan Mahato–Simpang Manggala sehingga akses transportasi masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut kembali lancar. (MCR/red)