• Sat, Jan 2026

Menyisir Kota di Malam Hari, Tim Raga Dumai Persempit Ruang Premanisme

Menyisir Kota di Malam Hari, Tim Raga Dumai Persempit Ruang Premanisme

Polisi Menyapa di Malam Hari, Tim Raga Dumai Hadirkan Rasa Aman


DUMAI, SERANTAU MEDIA - Malam belum sepenuhnya larut ketika sejumlah polisi berseragam hitam bergerak menyusuri sudut-sudut Kota Dumai. Di persimpangan jalan, bawah jembatan, hingga kawasan yang kerap menjadi tempat berkumpul anak muda, langkah mereka terdengar pelan namun pasti. 

Mereka adalah Tim Raga Polres Dumai, satuan khusus yang turun langsung ke lapangan untuk meredam keresahan warga akibat aksi premanisme, pungutan liar, dan geng motor.

Patroli malam itu bukan sekadar rutinitas. Kehadiran Tim Raga menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang mendambakan rasa aman saat beraktivitas, terutama di malam hari. Dengan pendekatan yang tegas namun humanis, tim gabungan dari Satuan Samapta dan Reserse Kriminal ini menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua, menjelaskan bahwa operasi melibatkan puluhan personel dari dua fungsi utama kepolisian. Satuan Samapta dipimpin Ipda Jodhy Pratama dengan 17 personel, sementara Satuan Reskrim dikomandoi Ipda Carlos L Pasaribu bersama enam anggota.

Sinergi ini, kata Hasyim, dirancang agar upaya pencegahan dan penindakan dapat berjalan beriringan. Hasilnya pun langsung terasa. 

Dalam patroli tersebut, petugas mengamankan dua pria berinisial A (48) dan MN (41) yang diduga melakukan pungutan liar. Dari tangan keduanya, polisi menyita uang tunai sebesar Rp41 ribu.

“Penindakan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan dan keresahan masyarakat,” ujar Hasyim, Kamis malam (29/1/2026).

Tim Raga menyasar lokasi-lokasi yang selama ini dikenal rawan, seperti Simpang Purnama di Jalan Wan Amir, kawasan Jembatan Pelindo di Jalan Bahtera, hingga Simpang Nelayan Resto di Ring Road. Area-area tersebut kerap menjadi titik berkumpul pemuda dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Namun patroli malam itu tak melulu soal penangkapan. Polisi juga menyapa warga, berbincang santai, dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta tidak ragu melaporkan aksi premanisme atau kejahatan jalanan kepada pihak kepolisian.

Langkah preventif diperkuat melalui dialog dengan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Petugas mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menjaga ketertiban lingkungan, agar tidak ada celah bagi kelompok tertentu yang ingin meresahkan warga.

Di sisi lain, pemeriksaan badan dan barang terhadap individu mencurigakan tetap dilakukan. Penggeledahan di titik-titik tersembunyi menyasar kemungkinan adanya senjata tajam, narkoba, atau barang berbahaya lainnya. Upaya ini menjadi bagian dari sterilisasi wilayah demi menjaga keamanan kota.

Bagi dua terduga pelaku pungli yang diamankan, polisi menerapkan langkah pembinaan. Keduanya diberikan tindakan fisik terukur dan diwajibkan membuat surat pernyataan yang disaksikan keluarga.

“Secara keseluruhan, kegiatan Tim Raga berjalan lancar dan kondusif. Kehadiran polisi di lapangan memberi rasa aman nyata bagi masyarakat Dumai,” tutup Hasyim. (MCR)