PELALAWAN : TNN – Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang warga Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, diduga diserang beruang madu saat sedang berada di kebunnya.
Peristiwa tersebut membuat warga waspada. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung menerjunkan Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah konflik kembali terjadi.
Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan tim membawa satu unit kandang jebak atau box trap untuk memantau sekaligus mengantisipasi kemunculan kembali satwa tersebut di sekitar aktivitas masyarakat.
"Setiap laporan konflik satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi," kata Supartono, Sabtu (8/8/2026).
Berdasarkan informasi dari pemerintah desa, serangan terjadi ketika korban berada di kebun. Beruang madu diduga mendekati korban dari arah belakang dan menyerangnya. Korban kemudian melakukan perlawanan hingga satwa tersebut melarikan diri.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Selasih, Pangkalan Kerinci.
Tim BBKSDA Riau selanjutnya berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat keamanan, serta pihak terkait untuk mengetahui kondisi di lokasi dan mengidentifikasi potensi pergerakan beruang.
Kandang jebak dipasang di sekitar lokasi kejadian sebagai langkah mitigasi. Perangkap tersebut digunakan untuk memantau keberadaan beruang sekaligus mengantisipasi jika satwa kembali mendekati kawasan yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan konflik satwa liar. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar langkah mitigasi dapat berjalan secara efektif," ujar Supartono.
Bukan Kasus Pertama di Riau
Kemunculan beruang madu di sekitar aktivitas manusia bukan pertama kali terjadi di Riau. Pada akhir Mei 2026, seekor beruang madu juga dilaporkan muncul berulang kali di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
BBKSDA Riau memasang box trap pada 30 Mei 2026 untuk mencegah potensi konflik. Setelah hampir tiga pekan pemantauan, beruang tersebut masuk ke dalam perangkap pada 19 Juni 2026 dan kemudian dievakuasi. Satwa itu selanjutnya dilepasliarkan ke kawasan konservasi setelah dinyatakan sehat dan masih menunjukkan sifat liarnya.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa interaksi beruang madu dengan masyarakat masih menjadi persoalan yang perlu diantisipasi di sejumlah wilayah Riau. Sebelumnya, BBKSDA Riau juga beberapa kali menangani konflik beruang madu di sejumlah daerah, termasuk Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi. Pada 2021, misalnya, petugas menangani kemunculan beruang madu di Desa Penarikan, Kecamatan Langgam, Pelalawan, setelah satwa tersebut beberapa kali merusak kotak budidaya lebah madu milik warga.
BBKSDA Riau mengingatkan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar habitat satwa liar untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak mendekati, mengejar, atau melakukan tindakan yang dapat memancing satwa menjadi agresif.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila menemukan beruang madu di sekitar kebun, permukiman, maupun lokasi aktivitas warga.
Langkah cepat tersebut diharapkan dapat mencegah konflik berkembang menjadi korban baru, sekaligus memastikan beruang madu sebagai satwa yang dilindungi tetap dapat ditangani dan dikembalikan ke habitat yang sesuai.***