BATAM | SERANTAUMEDIA - Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau nelayan setempat untuk ekstra hati-hati saat melaut guna menghindari pelanggaran batas wilayah Malaysia.
Peringatan ini disampaikan menyusul operasi ketat yang dilakukan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), dengan risiko sanksi berat seperti denda hingga penahanan.
Kepala BP2D Kepri, Doli Boniara, menegaskan bahwa nelayan harus memastikan posisi kapal tidak melewati batas teritorial Malaysia.
Hal ini merespons video viral operasi APMM yang menunjukkan pengawasan ketat menggunakan peralatan laut dan udara.
"Saya mengimbau bagi rekan-rekan nelayan agar hati-hati dalam bekerja di laut," tegas Doli, Kamis (3/4/2025).
"Dari video APMM, terlihat mereka melakukan razia laut dengan peralatan canggih. Jangan sampai nelayan Kepri terkena operasi dan berurusan dengan hukum," tambahnya.
Doli menjelaskan, pelanggaran batas laut berisiko membawa nelayan pada sanksi hukum Malaysia, mulai dari denda ratusan ribu ringgit hingga penahanan.
"Kalau ditahan, keluarga ditinggalkan. Jika kena denda, nominalnya bisa mencapai jutaan ringgit," ujarnya.
Sepanjang 2025, tercatat dua kasus nelayan Kepri ditangkap APMM, turun signifikan dari 32 kasus di 2024 dan belasan kasus di 2023. Beberapa nelayan sempat dipulangkan tanpa denda, namun ada juga yang kapalnya disita.
Sebagai solusi, Doli menyarankan nelayan memanfaatkan GPS atau alat navigasi untuk memantau posisi.
"Penggunaan navigasi ini menjadi otoritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nelayan harus memastikan alatnya berfungsi baik," jelasnya.
"Indonesia juga kerap menangkap kapal asing yang masuk wilayah kita. Intinya, perlu antisipasi dan kesadaran bersama," tambah Doli.
BP2D Kepri berkoordinasi dengan KKP, Bakamla, dan TNI AL untuk sosialisasi peta batas maritim. Nelayan diharapkan aktif memperbarui informasi perbatasan melalui fishery center atau aplikasi resmi pemerintah.
"Kami terus dorong kolaborasi untuk mengurangi pelanggaran. Keamanan nelayan dan kedaulatan wilayah sama-sama penting," pungkas Doli.