• Tue, Apr 2026

CPO Dongkrak Ekspor Riau Awal 2026, Tembus US$3,69 Miliar

CPO Dongkrak Ekspor Riau Awal 2026, Tembus US$3,69 Miliar


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Komoditas crude palm oil (CPO) dan turunannya menjadi penopang utama kinerja ekspor Provinsi Riau pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, komoditas lemak dan minyak hewan/nabati mendominasi ekspor sekaligus mencatatkan pertumbuhan tertinggi.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan nilai ekspor Riau periode Januari–Februari 2026 mencapai US$3,69 miliar, naik 10,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

“Ekspor nonmigas sebesar US$3,60 miliar juga tumbuh 16,10 persen secara tahunan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewan/nabati—termasuk CPO—menjadi kontributor terbesar ekspor nonmigas. Nilainya mencapai US$2,30 miliar atau sekitar 63,92 persen dari total ekspor nonmigas.

“Komoditas ini juga mencatat kenaikan tertinggi sebesar US$592,02 juta atau tumbuh 34,63 persen,” jelas Asep.

Selain CPO, peningkatan ekspor juga terjadi pada bahan kimia organik, ampas dan sisa industri makanan, serta berbagai produk makanan olahan.

Namun, sejumlah komoditas mengalami penurunan, terutama bubur kayu (pulp) yang turun US$92,01 juta atau 27,57 persen. Penurunan juga terjadi pada produk kimia lainnya, kertas dan karton, bahan nabati, buah-buahan, serta serat stapel buatan.

Secara bulanan, kinerja ekspor Februari 2026 tercatat melemah tipis. Nilai ekspor pada bulan tersebut mencapai US$1,84 miliar atau turun 0,15 persen dibanding Februari 2025.

Penurunan ini dipicu anjloknya ekspor migas. “Ekspor migas Februari 2026 hanya US$24,98 juta atau turun 80,01 persen, sementara nonmigas justru naik 5,66 persen menjadi US$1,81 miliar,” kata Asep.

Secara kumulatif, ekspor migas Januari–Februari 2026 tercatat US$87,29 juta atau merosot 63,92 persen. Penurunan dipengaruhi turunnya ekspor hasil olahan minyak sebesar 52,41 persen dan minyak mentah hingga 89,81 persen.

Dari sisi pasar, negara-negara Asia masih menjadi tujuan utama ekspor Riau. Ekspor nonmigas terbesar tercatat ke Tiongkok sebesar US$578,79 juta, disusul India US$466,24 juta, dan Malaysia US$270,55 juta, dengan kontribusi gabungan mencapai 36,54 persen.

Selain itu, ekspor ke kawasan ASEAN mencapai US$579,76 juta dan ke Uni Eropa sebesar US$353,94 juta.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas dari industri pengolahan tumbuh kuat 16,73 persen. Sebaliknya, ekspor sektor pertanian mengalami kontraksi 15,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, dominasi CPO dan produk turunannya menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan ekspor Riau tetap positif di awal 2026, meski sektor migas masih mengalami tekanan signifikan. (MCR/red)