• Mon, Mar 2026

Dari Layar Gawai ke Medan Api: Detik-detik Penjinakan Karhutla di Benayah

Dari Layar Gawai ke Medan Api: Detik-detik Penjinakan Karhutla di Benayah


SiAK, SERANTAU MEDIA - Kabut pagi masih menggantung rendah di Kampung Benayah, Kecamatan Pusako, ketika alarm peringatan berbunyi di layar gawai petugas. Pukul menunjukkan angka 06.00 WIB, Rabu (4/2/2026). Sebuah titik panas terpantau di hamparan lahan gambut—jenis lahan yang kerap menyimpan bara, sunyi namun mematikan jika terlambat ditangani.

Tak menunggu lama, personel Polsek Bungaraya bergerak cepat. Koordinat 0.9603600, 102.1414000 yang muncul di Dashboard Lancang Kuning (DLK) menjadi penunjuk arah. 

Di sanalah api mulai merayap, membakar sekitar satu hektare lahan gambut yang kering. Jika dibiarkan, api berpotensi menjalar ke kebun-kebun warga, meninggalkan ancaman asap dan kerugian ekologis yang tak kecil.

Langkah cepat aparat menjadi kunci. Dipimpin langsung jajaran Polsek Bungaraya, operasi pemadaman dilakukan secara terpadu. TNI, Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK), Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga sekitar bergabung, membentuk barisan kerja yang solid. Mesin pompa air mini striker dikerahkan, menyemprotkan air ke titik-titik api yang tersembunyi di balik lapisan gambut.

“Aplikasi DLK sangat membantu kami. Begitu notifikasi muncul, personel langsung menuju titik yang tepat tanpa kehilangan waktu,” ujar Kapolsek Bungaraya AKP M. Sihombing.

Medan yang sulit dan akses terbatas tak menyurutkan langkah tim gabungan. Api gambut yang menjalar di bawah permukaan tanah membutuhkan kesabaran dan ketelitian ekstra. Angin yang berubah arah sesekali memperumit pemadaman, namun koordinasi lintas unsur menjaga ritme kerja tetap terjaga.

Sekitar pukul 09.30 WIB, api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya. Tak ada kobaran yang tersisa, hanya kepulan uap air dan tanah gambut yang basah—pertanda bahaya besar berhasil dicegah sebelum meluas.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan bahwa keberhasilan pemadaman bukan akhir dari penanganan. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran serta menelusuri kepemilikan lahan.

“Tidak ada toleransi terhadap pembakaran lahan. Jika ditemukan unsur kesengajaan, akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.

Meski api telah padam, petugas tetap bersiaga. Proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tak ada bara tersembunyi yang bisa kembali menyala di tengah terik siang hari. Di lahan gambut, kewaspadaan adalah harga mati.

Pagi itu, Benayah terselamatkan. Bukan oleh keberuntungan, melainkan oleh kesiapsiagaan, teknologi, dan kerja bersama—sebuah potret bagaimana karhutla bisa ditaklukkan sebelum berubah menjadi bencana. (mcr/red)