PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Desainer asal Pekanbaru, Irna Juita, meraih penghargaan International Visionary Fashion Designer of the Year pada ajang Lustre Global Fashion and Awards Japan 2026 yang digelar di Hotel New Sanno, Hiroo, Minato-ku, Tokyo, Jepang, Sabtu (1/8/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya mempromosikan batik khas Riau di kancah internasional.
Dalam ajang itu, Aspekraf by Irna Juita bersama Batik J Pekanbaru menampilkan koleksi bertema Nusantara dengan memadukan motif khas Riau, Selembayung dan Pucuk Rebung, yang dikombinasikan dengan kain ulos dan brokat dalam balutan busana pesta berwarna merah.
"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi amanah sekaligus motivasi bagi saya untuk terus memperkenalkan batik Riau di panggung dunia. Batik Riau memiliki kekayaan motif dan filosofi yang dapat diterima masyarakat internasional jika dikemas dengan desain modern tanpa meninggalkan identitas budayanya," kata Irna Juita usai menerima penghargaan.
Irna mengatakan tema Nusantara dipilih untuk menampilkan keberagaman budaya Indonesia dalam satu rancangan busana. Menurutnya, perpaduan motif Selembayung, Pucuk Rebung, ulos, dan brokat menjadi simbol persatuan budaya yang ingin diperkenalkan kepada dunia.
Koleksi tersebut diperagakan enam model, yakni Ayumi Lee dari Jepang serta Sri Delvita, Sami Danevan Khalfani, Avisa Silvina Hotmaida Panjaitan, Grace Margareth Abigail S., dan Odor Juliana dari Pekanbaru. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari tamu undangan dan pelaku industri mode internasional.
Salah seorang model asal Pekanbaru, Sri Delvita, mengaku bangga dapat membawa karya desainer Riau tampil di panggung internasional.
"Merupakan kehormatan bisa memperkenalkan batik Riau di Tokyo. Saya berharap penampilan ini semakin mengenalkan batik Riau ke dunia sekaligus memotivasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah," ujarnya.
Irna Juita telah berkarya di dunia fesyen selama sekitar tujuh tahun. Alumni Program Studi Tata Busana FKIP Universitas Syiah Kuala itu konsisten mengangkat batik Riau dalam setiap rancangannya. Hingga kini, koleksi busananya telah ditampilkan di sedikitnya 10 negara, memperkuat eksistensi batik Riau di panggung fesyen internasional. (rls/red)