PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau memutuskan untuk meninjau ulang keterlibatannya dalam pendanaan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
Evaluasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan, menyusul beragam tanggapan publik terhadap rencana penyaluran dana infak sebesar Rp3 miliar.
Menurut Masriadi, keputusan evaluasi diambil sebagai respons atas dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Baznas, kata dia, perlu memastikan setiap kebijakan tetap berada dalam koridor kepercayaan publik, selain juga sesuai dengan aturan dan prinsip syariat.
Awalnya, keterlibatan Baznas dalam proyek tersebut dilandasi oleh pertimbangan manfaat yang dinilai besar bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses wilayah yang selama ini tergolong terisolasi. Pembangunan jembatan diyakini dapat mendorong aktivitas ekonomi dan mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.
Masriadi menjelaskan, partisipasi Baznas juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah yang melibatkan berbagai unsur melalui pendekatan kolaboratif atau pentahelix. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, Baznas merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam program yang berdampak luas bagi masyarakat.
Terkait sumber dana, ia menegaskan bahwa bantuan yang sebelumnya diserahkan secara simbolis berasal dari infak masyarakat Riau. Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan penyaluran lebih spesifik, infak dinilai lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk kepentingan umum, termasuk pembangunan infrastruktur sosial seperti jembatan.
Dalam prosesnya, Baznas juga mengaku telah melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan berpartisipasi. Setidaknya ada dua kriteria utama yang menjadi acuan, yakni lokasi pembangunan berada di wilayah dengan mayoritas masyarakat kurang mampu serta mayoritas beragama Islam. Selain itu, asesmen juga dilakukan untuk melihat dampak langsung yang akan dirasakan masyarakat setelah proyek terealisasi.
Namun demikian, setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan untuk menjaga kepercayaan publik, Baznas Riau akhirnya memutuskan membatalkan kontribusi tersebut. Masriadi menegaskan, langkah ini diambil dengan pendekatan kehati-hatian, mengedepankan prinsip bahwa mencegah potensi mudarat lebih diutamakan dibandingkan mengejar manfaat.
“Kami tidak ingin kepercayaan masyarakat terganggu. Karena itu, Baznas Riau memutuskan tidak melanjutkan penyertaan dana pada pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi,” tutupnya. (MCR/sub)