NATUNA, SERANTAU MEDIA - Cuaca ekstrem akibat musim utara masih melanda wilayah Kabupaten Natuna, termasuk Kecamatan Pulau Laut. Kondisi ini ditandai dengan angin kencang serta gelombang laut yang cukup tinggi.
Dampak cuaca tersebut dirasakan langsung oleh nelayan setempat yang memilih menghentikan aktivitas melaut. Keputusan ini diambil demi menghindari risiko kecelakaan di laut.
Camat Pulau Laut, Bambang Erawan, Minggu siang (11/1/2025) kepada RRI mengatakan hampir tidak ada nelayan yang beraktivitas di perairan saat ini. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak bersahabat sangat membahayakan jika dipaksakan.
Ia menilai keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama dalam situasi cuaca ekstrem. Pemerintah kecamatan tidak menyarankan masyarakat untuk melaut sebelum kondisi kembali aman.
Selain itu, Bambang mengimbau warga agar terus memantau perkembangan informasi cuaca. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui instansi terkait maupun saluran resmi pemerintah.
Masyarakat juga diminta untuk bersabar hingga cuaca kembali normal. Aktivitas di laut diharapkan dapat kembali berjalan ketika kondisi perairan sudah lebih kondusif.
Cuaca ekstrem akibat musim utara ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah kecamatan berharap warga tetap waspada dan mengutamakan keselamatan.(rri/red)