PEKANBARU, SERANTAU MEDIA- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau mengalami kenaikan sebesar Rp55,13/kg atau 1,58 persen dari periode sebelumnya menjadi Rp3.552,39/kg.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja mengatakan kenaikan itu terjadi pada kelompok umur 9 tahun yang merupakan harga tertinggi.
Penetapan ini berlaku untuk satu pekan ke depan periode 4-10 Maret 2026.
"Kenaikan harga TBS pekan ini dipengaruhi oleh naiknya harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan kernel," katanya di Pekanbaru, Rabu (4/3/2026).
Dia mengatakan harga CPO naik sebesar Rp210,80/kg menjadi Rp14.235,00/kg dibanding pekan lalu. Sementara kernel naik Rp262,32/kg menjadi Rp13.883,00/kg pekan ini.
Sama halnya dengan petani swadaya, harga pembelian TBS mitra plasma periode satu pekan ke depan juga naik sebesar Rp 55,57/kg atau mencapai 1,56 persen dari harga periode lalu menjadi Rp 3.558,34/kg.
Harga penjualan CPO pekan ini naik sebesar Rp131,61 menjadi Rp14.235,00 per kg. Sedangkan kernel naik sebesar Rp599,14 menjadi Rp13.883,00 per kg.
Dia mengatakan dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau pihaknya selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra.
"Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.(ant/red)