• Thu, Oct 2026

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Batam, Sejumlah Rute Mengalami Delay

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Batam, Sejumlah Rute Mengalami Delay


BATAM : SERANTAU MEDIA – Sebaran kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Penurunan jarak pandang akibat kabut asap menyebabkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Batam mengalami keterlambatan (delay).

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang yang berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.

“Hal ini disebabkan oleh penurunan jarak pandang (visibility) akibat sebaran kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Sumatera, sehingga memengaruhi kelaikan dan keselamatan penerbangan pada ruang udara bandara asal maupun tujuan,” kata Annang, Kamis (15/10).

Berdasarkan laporan resmi maskapai, penerbangan yang terdampak berasal dari Citilink, Super Air Jet, dan Lion Air, dengan sejumlah rute mengalami penyesuaian jadwal.

Pada maskapai Citilink, penerbangan terdampak meliputi rute Palembang–Batam–Kualanamu, Kualanamu–Batam–Pekanbaru, Surabaya–Batam–Surabaya, Pekanbaru–Batam–Kualanamu, serta Kualanamu–Batam–Palembang.

Sementara itu, Super Air Jet menyesuaikan penerbangan IU 2974 rute Jambi–Batam dan IU 960 rute Batam–Letung/Dabo. Adapun penerbangan Lion Air yang terdampak meliputi JT 246–JT 239 rute Palembang–Batam–Pekanbaru serta JT 238–JT 229 rute Pekanbaru–Batam–Padang.

PT BIB terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pihak maskapai untuk memantau perkembangan sebaran kabut asap dan kondisi jarak pandang.

Annang menegaskan, pihaknya juga memastikan maskapai memenuhi hak penumpang sesuai ketentuan yang berlaku dalam penanganan keterlambatan penerbangan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa udara. Kami mengimbau calon penumpang untuk memantau pembaruan status penerbangan melalui saluran resmi maskapai masing-masing atau layanan customer service di terminal Bandara Internasional Hang Nadim Batam,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 110,7 mikrogram per meter kubik pada Kamis (15/10) pukul 08.00 WIB. Angka tersebut menempatkan kualitas udara Batam dalam kategori tidak sehat.

Pada waktu yang sama, jarak pandang di wilayah tersebut tercatat sekitar dua kilometer. (Dtc/red)