BATAM, SERANTAU MEDIA – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang mencatat lonjakan tajam pembayaran klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sepanjang 2025.
Total klaim mencapai Rp100,91 miliar dari 19.367 kasus, atau naik 109 persen dibanding 2024 yang tercatat Rp47,11 miliar dari 8.433 kasus.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang, Budi Pramono, menyebut peningkatan ini dipicu tingginya pelaporan kecelakaan kerja, terutama dari sektor industri di wilayah layanan Sekupang, Batu Aji, Sagulung, Belakang Padang, Bulang, dan Galang.
“Puncak pembayaran JKK terjadi pada November 2025 dengan nilai Rp17,8 miliar. Tahun ini pelaporan kecelakaan kerja meningkat, termasuk dari perusahaan besar seperti PT ASL,” ujar Budi, Senin (12/1/2026).
Selain JKK, klaim Jaminan Kematian (JKM) juga naik menjadi Rp17,7 miliar dari 613 kasus atau meningkat sekitar 25 persen. Sementara klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) mencapai Rp3,4 miliar dari 1.307 kasus, melonjak 88 persen, dipicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan.
Sepanjang 2025, BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang juga menyalurkan beasiswa senilai Rp2,07 miliar kepada 494 penerima manfaat.
Budi menegaskan, kenaikan klaim mencerminkan meningkatnya kesadaran pekerja dan ahli waris dalam memanfaatkan program jaminan sosial ketenagakerjaan. (Ant/red)