• Mon, Jan 2026

Korban Tewas Akibat Demo Besar di Irak Tembus 3000 Orang, Situasi Makin Kondusif

Korban Tewas Akibat Demo Besar di Irak Tembus 3000 Orang, Situasi Makin Kondusif


TEHERAN, SERANTAU MEDIA  – Korban tewas dalam protes massal di Iran telah menembus 3.000 orang, menurut laporan sebuah kelompok hak asasi manusia pada Sabtu (17/1/2026). Peningkatan aktivitas internet juga tercatat di negara itu, meski hanya sedikit, setelah pemadaman selama delapan hari.

Kelompok HRANA yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengatakan telah memverifikasi 3.090 kematian, termasuk 2.885 demonstran. Warga menyebut penindakan tampaknya telah meredam protes untuk sementara, sementara media pemerintah melaporkan lebih banyak penangkapan.

Beberapa warga mengatakan kepada Reuters, Ibu kota Teheran relatif tenang selama empat hari. Drone terbang di atas kota, tetapi tidak ada tanda-tanda protes besar pada Kamis (15/1/2026) atau Jumat (16/1/2026).

Seorang warga di kota utara Laut Kaspia mengatakan jalan-jalan di sana juga tampak tenang.

Otoritas Iran dilaporkan akan segera memulihkan layanan komunikasi dan internet menyusul langkah pemblokiran di tengah protes besar akibat kesulitan ekonomi sejak akhir bulan lalu, menurut kantor berita Fars, Sabtu.

Merujuk pejabat keamanan, keputusan tersebut diambil setelah "persoalan keamanan sudah dapat ditangani" dan sosok-sosok kunci "organisasi teror" telah ditahan otoritas keamanan.

Pejabat setempat mengeklaim bahwa pembatasan akses internet "melemahkan secara signifikan koneksi dalam negeri yang dimiliki jaringan oposisi di luar negeri" serta melemahkan operasional "sel-sel teror".

Menurut rencana pemulihan layanan komunikasi, layanan pesan singkat (SMS) akan dipulihkan pada tahap pertama, dengan pemulihan sistem internet nasional dan aplikasi domestik menyusul di tahap kedua.
Kemudian, akses internet internasional akan dipulihkan pada tahap ketiga.

Protes meletus pada 28 Desember karena kesulitan ekonomi dan berkembang menjadi demonstrasi yang meluas. ***