NATUNA : SERANTAU MEDIA – Bachtiar (61), nelayan asal Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang dilaporkan hilang saat melaut, ditemukan selamat di perairan Malaysia, Kamis (15/10/2026).
Ia ditemukan bersama pompong atau perahu motor miliknya oleh kapal pemancing Malaysia setelah diduga hanyut akibat kehabisan bahan bakar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengatakan informasi penemuan Bachtiar diterima dari Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia, pada Kamis sore.
Korban ditemukan di koordinat 02°40.140' LU dan 104°34.545' BT. Kepastian identitasnya diperkuat setelah anak korban, Sabriadi, membenarkan video penemuan Bachtiar bersama pompongnya kepada Unit Siaga SAR (USS) Jemaja pada pukul 16.11 WIB.
“Kami telah menerima informasi dari MRSC Kuantan bahwa korban yang diyakini merupakan nelayan Kabupaten Anambas yang kita cari beserta pompongnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal pemancing Malaysia,” kata Abdul Rahman, Jumat.
Meski telah ditemukan, proses evakuasi masih dikoordinasikan dengan otoritas SAR Malaysia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemulangan korban berlangsung aman karena lokasinya berada di wilayah maritim Malaysia.
“Saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan pihak SAR di Kuantan untuk proses evakuasi yang tepat dan aman bagi semua pihak, terlebih korban ditemukan berada di perairan maritim Malaysia,” ujarnya.
Bachtiar sebelumnya dilaporkan pergi melaut pada Sabtu (10/10) pagi untuk menangkap ikan di perairan Batu Bulu hingga Pulau Serak, Kecamatan Jemaja, Kepulauan Anambas. Namun, hingga Minggu (11/10), ia tidak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi keluarga.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada USS Jemaja. Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Pos TNI Angkatan Laut (Posal), Polsek Jemaja, BPBD, Polairud Polres Kepulauan Anambas, pemerintah kecamatan, jajaran desa, serta kelompok Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas.
Memasuki hari keempat pencarian, Kantor SAR Natuna berkoordinasi dengan pusat koordinasi penyelamatan maritim untuk menyebarkan informasi operasi ke pihak Malaysia. Langkah itu dilakukan karena korban diperkirakan dapat hanyut hingga ke perairan negara tersebut.
Abdul Rahman mengatakan koordinasi lintas negara turut didukung Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau. Kerja sama tersebut berlanjut untuk memastikan proses evakuasi Bachtiar berjalan lancar. (Ant/red)