• Sat, Feb 2026

Posting Video Barack-Michelle Obama Berbadan Kera, Dinilai Rasis

Posting Video Barack-Michelle Obama Berbadan Kera, Dinilai Rasis


JAKARTA, SERANTAU MEDIA —  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah sebuah video di media sosial yang memuat cuplikan bernuansa rasis. Postingan tersebut menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, yang digambarkan sebagai kera.

Cuplikan tersebut muncul di bagian akhir sebuah video berdurasi 62 detik yang dibagikan Trump, berisi klaim klaim kejadian pemilu presiden AS 2020. Video itu dirilis lagu The Lion Sleeps Tonight .

Senator Republik Tim Scott, yang berkulit hitam, sebelumnya mendesak Trump untuk menghapus unggahan tersebut. Ia menegaskan, video itu sebagai “hal paling rasis yang pernah saya lihat keluar dari Gedung Putih,” seperti dilansir dari laman BBC .

Gedung Putih sempat membela unggahan tersebut dengan menyebutnya sebagai “video meme internet.” Washington meminta para pengkritik untuk “menghentikan kemarahan palsu.”

Meski begitu, setelah gelombang kritik meluas—termasuk dari sejumlah senator Partai Republik—unggahan tersebut akhirnya dihapus dari akun Truth Social milik Trump. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan unggahan itu dibuat oleh seorang staf yang “secara keliru” mengunggah video tersebut.

Video tersebut diketahui berasal dari unggahan di platform X yang diedarkan pada Oktober oleh pembuat meme konservatif bernama Xerias.

Selain Obama, video itu juga menggambarkan sejumlah tokoh Demokrat lainnya sebagai hewan, termasuk anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, Wali Kota New York Zohran Mamdani, dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Mantan Presiden Joe Biden juga digambarkan sebagai kera yang sedang memakan pisang.
 
Hingga kini, Barack dan Michelle Obama belum memberikan komentar terkait video itu.  Meski Trump tidak menyertakan komentar dalam unggahannya, penyebaran video itu—salah satu dari puluhan unggahan yang ia bagikan dalam satu malam—memicu kecaman luas, termasuk dari internal Partai Republik.

Tim Scott, senator Republik dari Carolina Selatan dan sekutu Trump, mengatakan ia “berdoa agar video itu palsu karena ini adalah hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih.”

Anggota DPR Republik dari New York, Mike Lawler, menyebut unggahan itu “salah dan sangat ofensif, baik disengaja maupun tidak,” serta meminta agar segera dihapus disertai permintaan maaf.

Kritik terus berlanjut meski video telah diturunkan. Senator Republik dari Utah, John Curtis, menyatakan video tersebut “secara terang-terangan rasis dan tidak dapat dibenarkan.” Ia menambahkan, video itu seharusnya tidak pernah diunggah atau dibiarkan beredar begitu lama.***