• Mon, Jan 2026

Puing-puing Pesawat ATR Ditemukan, TNI AU Terjunkan Korpasgat ke Lokasi

Puing-puing Pesawat ATR Ditemukan, TNI AU Terjunkan Korpasgat ke Lokasi

Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan satu personel Basarnas diterjunkan ke lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500. (Foto: Istimewa)


JAKARTA, SERANTAU MEDIA - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menugaskan lima prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan satu personel Basarnas ke lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026.

Para prajurit dikirim menggunakan helikopter H225M Caracal milik Skadron Udara 8 untuk mempercepat proses evakuasi. Lokasi tersebut dikenal memiliki kontur pegunungan terjal dan vegetasi lebat sehingga membutuhkan kemampuan khusus dalam proses pencarian dan penyelamatan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI, I Nyoman Suadnyana menyebut para prajurit Korpasgat yang diterjunkan memiliki keahlian khusus dalam operasi di medan ekstrem. Setibanya di lokasi jatuh pesawat, mereka langsung menyiapkan langkah awal proses evakuasi serta pengamanan area sekitar.

Selain melalui jalur udara, TNI AU juga mengerahkan prajurit gabungan melalui jalur darat. Unsur tersebut terdiri atas prajurit Pangkalan TNI AU (Lanud) Sultan Hasanuddin, Yon Parako 473 Korpasgat, serta Yon Arhanud 23 Korpasgat.

“Tim darat tersebut bergabung dengan unsur SAR lainnya serta masyarakat setempat untuk memperkuat upaya pencarian dan evakuasi,” jelasnya.

Pengerahan unsur udara dan darat dilakukan secara simultan guna mempercepat penanganan di lokasi kejadian. TNI AU menilai sinergi antarlembaga dan keterlibatan masyarakat setempat menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan medan pegunungan Bulusaraung.

TNI AU berkomitmen mendukung proses evakuasi serta membantu otoritas terkait dalam penanganan lanjutan insiden tersebut. Seluruh langkah yang dilakukan tetap mengedepankan keselamatan personel yang terlibat di lapangan. 

Sebelumnya, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menemukan serpihan besar yang diduga kuat merupakan bagian badan dan ekor pesawat di kawasan lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. 

Penemuan tersebut disampaikan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, usai tim melakukan penyisiran lanjutan di area pegunungan yang berada di sekitar jalur penerbangan pesawat. Lokasi serpihan teridentifikasi di lereng bagian selatan gunung, dengan posisi medan yang cukup sulit dijangkau.

“Pukul 07.49, penemuan besar badan pesawat informasi dicurigai sebagai badan pesawat dan ekor pesawat di lereng di bagian selatan. Bagian bawah lereng itu di kalau dari puncak itu di bagian utaranya. Seperti itu,” kata Andi. (rmol/red)