• Mon, Mar 2026

Rencana Jahat AS-Israel Perangi Iran Sudah Lama Direncakan Secara Matang oleh Mossad

Rencana Jahat AS-Israel Perangi Iran Sudah Lama Direncakan Secara Matang oleh Mossad


WASHINGTON : SERANTAU MEDIA⁠⁠⁠⁠⁠⁠ — Laporan The New York Times mengungkap bahwa rencana perang antara Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran telah disusun jauh sebelum konflik pecah pada akhir Februari 2026, meski saat itu masih berlangsung negosiasi dengan Teheran.

Kepala Mossad, David Barnea, mengusulkan strategi untuk memicu pemberontakan di Iran melalui operasi intelijen. Rencana ini disetujui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan turut dipresentasikan kepada pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump.

Strateginya mencakup pembunuhan tokoh penting Iran di awal konflik, disusul upaya mendorong perubahan rezim melalui gelombang pemberontakan rakyat. Trump bahkan sempat menyerukan warga Iran untuk “mengambil alih pemerintahan mereka” setelah serangan berlangsung.

Namun, hingga tiga pekan perang berjalan, pemberontakan yang diharapkan tidak terjadi. Penilaian intelijen AS dan Israel menyebut pemerintah Iran memang melemah, tetapi tetap bertahan. Ketakutan terhadap aparat keamanan Iran juga menghambat potensi aksi massa.

Alih-alih runtuh, Iran justru memperkuat posisinya dan meningkatkan serangan balasan di kawasan Timur Tengah, termasuk ke pangkalan militer, kota, serta instalasi energi di sekitar Teluk Persia.

Laporan ini disusun berdasarkan wawancara dengan lebih dari sepuluh pejabat dari AS, Israel, dan pihak lain. Hasilnya menunjukkan bahwa asumsi akan munculnya pemberontakan massal menjadi kesalahan utama dalam strategi perang.

Meski demikian, Netanyahu masih membuka kemungkinan keterlibatan pasukan darat, dengan menegaskan bahwa perubahan rezim tidak bisa dicapai hanya melalui serangan udara.

Di sisi lain, pejabat militer dan intelijen AS menilai kecil kemungkinan warga Iran akan memberontak selama serangan bom masih berlangsung. (Red/republika)