• Fri, Sep 2026

Sekolah Terintegrasi Merah Putih Mulai Dibangun di Rempang

Sekolah Terintegrasi Merah Putih Mulai Dibangun di Rempang

Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih oleh BP Batam dipimpin oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad. (Foto ; Antara)


BATAM : SERANTAU MEDIA – Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, resmi dimulai sebagai fasilitas pendidikan berasrama yang ditujukan untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah hinterland.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan sekolah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia seiring perkembangan industri di Batam.

“Pendidikan tidak bisa terlambat untuk kita desain. Batam ke depan membutuhkan generasi unggul dan ini menjawab kebutuhan industri di Batam,” kata Amsakar di Batam, Kamis.

Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 185.921 meter persegi atau sekitar 18,5 hektare. Pembangunan fasilitas fisiknya mendapat dukungan dari para pelaku usaha di Batam, sedangkan pengelolaan sekolah nantinya dilakukan pemerintah.

Amsakar berharap sekolah itu dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari kawasan hinterland, termasuk Bulang, Belakangpadang, dan Galang.

“Saya berharap ada anak-anak Bulang, Belakangpadang, Galang, yang tampil di sini,” ujarnya.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan menerapkan sistem pendidikan berasrama. Selain asrama bagi siswa, fasilitas tersebut juga menyediakan tempat tinggal bagi guru.

Amsakar meyakini konsep pendidikan yang didukung tenaga profesional, fasilitas memadai, serta pola pembelajaran berstandar internasional dapat melahirkan generasi yang mampu berkontribusi bagi Batam dan Indonesia.

“Melalui sekolah ini lahir mutiara-mutiara muda yang dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi Batam tetapi bagi Indonesia,” katanya.

Ketua Pengurus Yayasan Merah Putih Eddy Hussy mengatakan sekolah tersebut dirancang secara berjenjang mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Kawasan pendidikan itu tidak hanya dilengkapi ruang belajar, tetapi juga gedung olahraga dan serbaguna, masjid, gedung peribadatan, asrama siswa dan guru, perpustakaan pusat, kantin, serta lapangan basket dan voli.

“Kami berharap sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk tumbuh, membangun karakter dan potensi, sehingga menjadi generasi yang bermanfaat,” kata Eddy.

Ketua Tim Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Robinson Tan mengatakan pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk masa depan.

Menurut dia, tahapan awal pembangunan berupa pekerjaan cut and fill telah diselesaikan dalam dua bulan terakhir. “Targetnya sekolah ini sudah berdiri pada 2028,” ujar Robinson.***