• Tue, Jul 2026

SF Hariyanto: MPLS Wajib Edukatif, Tak Boleh Ada Perpeloncoan

SF Hariyanto: MPLS Wajib Edukatif, Tak Boleh Ada Perpeloncoan


PEKANBARU, SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 harus bebas dari perpeloncoan dan perundungan. 

Seluruh sekolah diminta menyelenggarakan MPLS yang aman, nyaman, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan MPLS yang dimulai sejak Senin (6/7/2026) harus menjadi sarana mengenalkan budaya sekolah, menanamkan nilai-nilai karakter, serta membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan belajar.

Ia meminta kepala sekolah, guru, dan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menjalankan seluruh rangkaian kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Menurutnya, seluruh aktivitas MPLS harus bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan tanpa mengandung unsur perpeloncoan maupun tindakan yang dapat merugikan fisik dan mental siswa.

"Kegiatan MPLS harus benar-benar memberikan manfaat bagi siswa. Jangan ada lagi perpeloncoan ataupun penggunaan atribut yang tidak mendukung proses pendidikan. Semua sekolah wajib menjalankan MPLS sesuai aturan yang berlaku," tegas SF Hariyanto, Selasa (7/7/2026).

Ia juga melarang penggunaan atribut yang tidak berkaitan dengan kegiatan pembelajaran serta praktik yang bersifat menghukum atau mempermalukan siswa baru.

Selain itu, Pemprov Riau meminta tenaga pendidik menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif. Orang tua dan masyarakat diharapkan turut mengawasi pelaksanaan MPLS dengan melaporkan kepada dinas terkait apabila menemukan praktik perundungan, kekerasan, atau kegiatan yang menyimpang dari tujuan pendidikan.

SF Hariyanto menegaskan, siswa baru harus memperoleh pengalaman positif sejak hari pertama memasuki sekolah. Karena itu, Pemprov Riau berkomitmen memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung aman, nyaman, serta mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dalam memulai proses belajar.(MCR/red)