PEKANBARU : SERANTAU MEDIA - PT Agrinas Palma Nusantara menyerahkan 12 ekor hewan kurban kepada tim CRO wilayah Riau dalam rangka menyambut Idul Adha 1447 Hijriah, di kompleks perkantoran eks PT Palma Grup, Jalan OKM Jamil, Pekanbaru, Minggu (24/5/2026).
Penyerahan hewan kurban dilakukan Direktur Hubungan Kelembagaan PT APN, Cucu Somantri, kepada tim CRO 2 Riau PT APN yang diwakili Raden Wahyu Cahyadi.
Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah pejabat internal PT APN, di antaranya Kadiv Kemitraan Direktorat Bisnis HO PT APN Brigjen TNI Purn Binarko, perwakilan CRO 3 Riau Brigjen TNI Purn Hatjep Kuswara, CRO 4 Riau Mayjen TNI Purn Edy Kristanto, RH Kelembagaan RO 2 Brigjen TNI Purn Carlan Efendi, serta RH Kelembagaan RO 4 Brigjen TNI Purn Arisman.
Sebanyak 10 ekor hewan kurban direncanakan akan disembelih di kawasan perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT APN eks PT Palma Grup di Kabupaten Indragiri Hulu.
Cucu Somantri menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim CRO PT APN di wilayah Riau yang terus menjalankan pengelolaan kebun kelapa sawit hasil penertiban kawasan hutan secara maksimal.
Menurutnya, kegiatan kurban tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial perusahaan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan.
“Momentum Idul Adha ini bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian sosial, dan hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran PT APN di Riau untuk terus meningkatkan produktivitas kerja dan memperkuat tata kelola perusahaan yang profesional serta memberi manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Cucu menegaskan pengelolaan perkebunan sawit harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menurut dia, sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional apabila dikelola secara tertib dan berorientasi pada keberlanjutan.
“PT APN ingin menghadirkan pengelolaan sawit yang produktif, modern, dan berkelanjutan. Kehadiran perusahaan harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kebun, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, pekerja, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun industri sawit nasional yang kuat dan berdaya saing.***