• Tue, Jul 2026

BP Batam Ungkap Modernisasi TPK Batu Ampar Pangkas Biaya Ekspor ke Shanghai hingga 300 Dolar AS

BP Batam Ungkap Modernisasi TPK Batu Ampar Pangkas Biaya Ekspor ke Shanghai hingga 300 Dolar AS

Truk kontainer yang berjajar untuk keluar dari area Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar di Batam, Kepri, Jumat (10/7/2026). (Foto : ANTARA)


BATAM : SERANTAU MEDIA – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebut modernisasi Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar mampu menekan biaya logistik ekspor rute Batam–Shanghai hingga 300 dolar AS per kontainer. Efisiensi tersebut diperoleh melalui peningkatan infrastruktur, layanan pelayaran langsung (direct call), dan digitalisasi sistem operasional pelabuhan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pengembangan TPK Batu Ampar merupakan bagian dari strategi BP Batam untuk membangun sistem logistik yang modern dan meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, industri, dan investasi.

"Pengembangan TPK Batu Ampar akan terus diakselerasi sebagai komitmen mewujudkan sistem logistik yang modern dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing Batam," kata Denny dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, proyek modernisasi didukung investasi sekitar 85 juta dolar AS yang digunakan untuk pembaruan alat bongkar muat, perluasan lapangan penumpukan peti kemas, peningkatan kapasitas terminal, serta digitalisasi layanan kepelabuhanan.

Denny menjelaskan, penerapan layanan pelayaran langsung membuat biaya pengiriman peti kemas rute Batam–Shanghai turun menjadi sekitar 650–800 dolar AS per kontainer ukuran 20 kaki. Sebelumnya, eksportir harus menggunakan kapal pengumpan (feeder) dan transit di Singapura dengan biaya mencapai 950–1.100 dolar AS per kontainer.

"Skema baru ini memberikan penghematan hingga 300 dolar AS per kontainer atau efisiensi sekitar 30 hingga 50 persen, sekaligus memangkas waktu pengiriman menjadi delapan hari," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Selain meningkatkan konektivitas internasional, BP Batam juga menyiapkan implementasi sistem Direct Billing yang memungkinkan pengguna jasa membayar layanan terminal secara langsung kepada pengelola tanpa melalui pihak ketiga. Sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, serta mengurangi waktu inap barang (dwelling time).

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pengembangan TPK Batu Ampar berjalan sesuai rencana.

"Ke depan, BP Batam akan terus meningkatkan kapasitas terminal untuk mengakomodasi pertumbuhan arus barang dan memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik regional," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menyatakan pihaknya bersama Batu Ampar Container Terminal (BACT) akan melanjutkan pengembangan terminal, termasuk perluasan area, pengerukan kolam pelabuhan agar dapat disandari kapal berukuran besar, serta penguatan ekosistem digital kepelabuhanan. (Ant/red)