NATUNA : SERANTAU MEDIA — Perum Bulog Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mendatangkan 96.252 liter minyak goreng MinyaKita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah perbatasan.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan pasokan tersebut dikirim langsung dari Jakarta melalui jalur laut dan diperkirakan tiba di Natuna pada 17 September 2026.
“Selama ini kita ambil dari Tanjungpinang, itu pun kalau ada lebih. Sekarang sudah langsung dari Jakarta,” kata Pencius saat dikonfirmasi dari Batam, Selasa (15/9/2026).
Menurut dia, penambahan pasokan dilakukan karena ketersediaan minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) masih terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan harga minyak goreng di sejumlah wilayah Natuna berada di atas ketentuan pemerintah.
Dengan tambahan 96.252 liter, stok MinyaKita diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Natuna selama sekitar dua bulan.
Bulog Natuna, kata Pencius, tengah menyiapkan mekanisme pendistribusian melalui pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan serta pasar di luar SP2KP.
Selain itu, MinyaKita akan disalurkan melalui jaringan mitra Bulog, yakni Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Kabupaten Natuna dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Pencius menegaskan MinyaKita dari Bulog akan dijual kepada masyarakat dengan harga paling tinggi Rp15.700 per liter, sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.
Ia menyebut MinyaKita juga telah beredar di Natuna, tetapi sebagian berasal dari pedagang lain. Harga minyak goreng tersebut di pasaran saat ini mencapai sekitar Rp17.500 per liter atau berada di atas HET.
“Minyak dari Perum Bulog tidak boleh dijual dengan harga di atas HET,” ujarnya. (Ant/red)