• Wed, Feb 2026

Diplomasi Investasi, BP Batam Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Jerman-Jepang

Diplomasi Investasi, BP Batam Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Jerman-Jepang

Delegasi BP Batam yang dipimpin oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis (keempat dari kanan) saat bertemu dengan pihak Minister Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Foto -BP Batam)


BATAM, SERANTAU MEDIA⁠⁠⁠⁠⁠⁠ – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperluas jaringan investasi global dengan memperkuat kemitraan strategis bersama Jerman dan Jepang. Kolaborasi difokuskan pada sektor maritim dan industri berteknologi tinggi guna memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi internasional.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyatakan Batam tengah bertransformasi menjadi execution hub yang menghubungkan rantai pasok Eropa dan Asia.

Dalam agenda diplomasi ekonomi tersebut, delegasi BP Batam bertemu Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, pada 23 Februari 2026, serta Minister Kedutaan Besar Jepang, Kenji Enoshita, sehari setelahnya. Pertemuan membahas peluang investasi jangka panjang, penguatan sektor maritim, serta adopsi teknologi industri mutakhir.

BP Batam juga memaparkan reformasi kebijakan terbaru, termasuk penguatan perizinan terpadu melalui PP Nomor 25 Tahun 2025 dan perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam lewat PP Nomor 47 Tahun 2025.

 Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kepastian usaha, mempercepat proses investasi, serta mengoptimalkan potensi logistik dan maritim.

Jerman disebut sebagai salah satu investor utama dari Eropa di Batam, khususnya di sektor industri berteknologi tinggi. Sementara Jepang, yang masuk jajaran investor global terbesar di Batam, menunjukkan minat pada integrasi ekosistem kawasan, termasuk sinergi Free Trade Zone, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

BP Batam menegaskan komitmennya memperkuat diplomasi investasi dan meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. (Ant/red)