• Mon, Aug 2026

Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Masih Beroperasi Normal

Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Masih Beroperasi Normal


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru belum mengganggu operasional Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Aktivitas penerbangan pada Senin (24/8/2026) pagi masih berlangsung normal dengan jarak pandang berkisar 2,2 hingga 2,7 kilometer.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru Achmad mengatakan kondisi jarak pandang tersebut masih berada pada batas aman untuk mendukung aktivitas penerbangan.

“Alhamdulillah penerbangan sampai pagi ini masih berjalan dengan normal, jarak pandang masih aman,” kata Achmad di Pekanbaru, Senin.

Menurutnya, jarak pandang minimum untuk penerbangan berkisar 800 meter hingga 1.000 meter. Namun, batas tersebut dapat berbeda bergantung pada jenis pesawat, kesiapan maskapai serta kategori instrumen navigasi yang digunakan.

Meski masih aman, pengelola bandara terus memantau perkembangan jarak pandang karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin dan sebaran asap.

“Jarak pandang masih kita pantau karena sangat tergantung arah angin,” ujarnya.

491 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru terjadi di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau.

Sebanyak 491 titik panas (hotspot) terdeteksi tersebar di 11 kabupaten/kota. Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 239 titik, disusul Indragiri Hilir 166 titik dan Bengkalis 30 titik.

Titik panas lainnya terdeteksi di Indragiri Hulu sebanyak 13 titik, Rokan Hulu 12 titik, Kampar sembilan titik, Rokan Hilir delapan titik, Siak tujuh titik, Kuantan Singingi empat titik dan Dumai tiga titik.

Tingginya aktivitas karhutla turut berdampak terhadap kondisi udara di Pekanbaru. Pada Minggu (23/8) malam, jarak pandang di sejumlah wilayah tercatat sekitar 2,5 kilometer dalam kondisi berasap.

Sementara itu, konsentrasi PM2.5 pada dini hari hingga pagi hari sempat berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Manggala Agni mencatat kebakaran lahan di Riau dalam beberapa hari terakhir telah menghanguskan lebih dari 800 hektare lahan. Kebakaran terbesar terjadi di Indragiri Hulu dengan luas sekitar 471 hektare, disusul Pelalawan sekitar 300 hektare dan puluhan hektare lainnya di Kabupaten Kampar.

Dengan kondisi tersebut, pemantauan kualitas udara dan jarak pandang di Bandara SSK II terus dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga.(mcr)