• Sun, Aug 2026

Kabut Asap Mulai Meluas, Plt Gubri Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Kabut Asap Mulai Meluas, Plt Gubri Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan menyusul kabut asap yang mulai berdampak di sejumlah wilayah seiring meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.

“Kalau tidak ada keperluan yang penting, saya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker untuk melindungi kesehatan dari paparan asap,” kata SF Hariyanto dalam rapat penanganan karhutla di Kantor Gubernur Riau, Minggu (23/8/2026).

SF Hariyanto menegaskan kondisi kabut asap tidak boleh dianggap sepele, terutama ketika kualitas udara mulai menurun. Perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan, menjadi salah satu prioritas pemerintah di tengah penanganan karhutla.

Menurutnya, masyarakat dapat ikut mencegah dampak kesehatan dengan mengurangi paparan asap, sementara pemerintah dan seluruh unsur terkait terus berupaya mengendalikan kebakaran.

Pemprov Riau juga memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat untuk mempercepat penanganan karhutla.

“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran hingga masyarakat,” ujarnya.

SF Hariyanto berharap penguatan koordinasi dan dukungan masyarakat dapat mempercepat pemadaman sehingga kualitas udara kembali membaik dan aktivitas warga berjalan normal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat dan personel yang bertugas di lapangan.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh elemen bergerak bersama dan memastikan masyarakat tetap terlindungi. Kita menyediakan kebutuhan masker, oksigen, obat-obatan, serta dukungan kesehatan lainnya,” kata Syahrial.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan lintas sektor terus diperkuat untuk menghadapi dampak karhutla dan kabut asap, termasuk memastikan kebutuhan kesehatan selama proses penanganan di lapangan. (rls/red)