• Sun, Aug 2026

Kebakaran Lahan 35 Hektare di Sagulung Batam Padam Setelah Ditangani Tim Gabungan

Kebakaran Lahan 35 Hektare di Sagulung Batam Padam Setelah Ditangani Tim Gabungan


BATAM : SERANTAU MEDIA – Kebakaran lahan kosong di kawasan Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, menghanguskan sekitar 35 hektare lahan semak belukar. Api yang berkobar sejak Sabtu (22/8/2026) siang baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.

Kebakaran pertama kali diketahui warga yang melintas dari arah Tiangwangkang sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka melihat kepulan asap tebal dari kawasan semak belukar dan kemudian melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran serta kepolisian.

Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar mengatakan personel Polsek Sagulung bersama tim gabungan langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta terkendali,” kata Husnul dalam keterangan pers, Minggu (23/8/2026).

Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB, petugas mendapati api semakin membesar karena kondisi lahan dipenuhi vegetasi kering. Pemadaman dilakukan bersama Damkar Pemko Batam dan tim SAR Sat Brimob Polda Kepri.

Karena api terus meluas, sejumlah armada tambahan dikerahkan. Tim gabungan mendapat dukungan dua mobil tangki air TNI AD 136/TS, mobil water cannon Ditsamapta, water cannon Polresta Barelang, serta mobil pemadam BP Batam.

Petugas terus melakukan pemadaman hingga malam hari. Setelah api berhasil dikendalikan, tim melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan sehingga akses kendaraan menuju titik api cukup sulit.

Hingga penanganan selesai, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Polresta Barelang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi vegetasi yang mudah terbakar. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.***