BINTAN : SERANTAU MEDIA – Tour de Bintan 2026 langsung memberi dampak besar bagi pariwisata Bintan. Ajang balap sepeda internasional yang kembali digelar setelah empat tahun vakum itu diikuti peserta dari 42 negara dan membuat tingkat hunian hotel di kawasan Bintan Resorts mencapai kapasitas penuh.
Ratusan pesepeda dilepas Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura dari titik start di Lagoi Bay, Bintan Resorts, Sabtu (22/8/2026).
Para peserta berlaga dalam dua kategori, yakni Gran Fondo Century dengan jarak tempuh 100 kilometer dan Gran Fondo Challenge sejauh 70 kilometer.
Nyanyang mengatakan kembalinya Tour de Bintan menjadi momentum penting bagi kebangkitan pariwisata olahraga atau sport tourism di Kepulauan Riau.
“Event Tour de Bintan sempat terhenti empat tahun dan tahun ini kembali bisa dilaksanakan. Hal tersebut berkat komunikasi yang intensif dari semua pihak hingga diikuti peserta dari 42 negara,” ujar Nyanyang.
Menurutnya, kehadiran peserta internasional beserta pendamping memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah. Sektor perhotelan, transportasi hingga jasa pariwisata ikut merasakan geliat dari penyelenggaraan event tersebut.
“Dari sisi ekonomi, dengan adanya event seperti ini dampaknya sangat luar biasa dan menambah kekuatan ekonomi. Terbukti dengan jumlah hunian hotel yang penuh di kawasan wisata Bintan Resorts ini,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Bintan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Tour de Bintan 2026.
Sementara itu, Chief Operating Officer Bintan Resorts Abdul Wahab mengatakan Tour de Bintan 2026 merupakan penyelenggaraan ke-13 sejak pertama kali digelar.
Setelah vakum selama empat tahun, event tersebut kembali digelar dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta sponsor.
“Event ini tidak bisa dilaksanakan maksimal tanpa adanya dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah dan berbagai elemen yang ada, termasuk dukungan dari sejumlah sponsor,” ujar Abdul Wahab.
Ia mengatakan tingginya jumlah peserta dan wisatawan yang datang selama Tour de Bintan membuat seluruh kamar hotel di kawasan Bintan Resorts terisi penuh.
Kondisi tersebut mendorong pengelola untuk menambah kapasitas akomodasi. Dalam tiga tahun ke depan, Bintan Resorts berencana membangun sekitar 3.000 kamar hotel baru.
Saat ini, kawasan tersebut memiliki sekitar 3.200 kamar hotel. Dengan penambahan tersebut, kapasitas akomodasi Bintan Resorts diproyeksikan mencapai sekitar 6.000 kamar.
“Sedikitnya 5.000 kamar dibutuhkan agar kawasan Bintan mampu mengakomodasi penyelenggaraan event berskala besar seperti Tour de Bintan secara lebih optimal,” kata Abdul Wahab.
Menurutnya, penambahan kapasitas hotel tidak hanya untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang bagi Bintan untuk menjadi tuan rumah lebih banyak kegiatan berskala internasional.
Kehadiran peserta dari 42 negara sekaligus memperkuat daya tarik Tour de Bintan sebagai ajang olahraga internasional dan sarana promosi pariwisata Bintan ke pasar global.
Pelepasan peserta turut dihadiri Vice President Director Bintan Resorts Frans Gunara, mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksdya TNI Irvansyah, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Bintan.
Dengan hotel yang penuh dan ribuan wisatawan datang bersama peserta, Tour de Bintan 2026 tak sekadar menjadi arena balap sepeda. Ajang ini kembali menggerakkan roda ekonomi sekaligus memperkuat posisi Bintan sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism internasional.***