PEKANBARU, SERANTAU MEDIA - Kebakaran hebat melanda sebuah lokasi yang diduga sebagai gudang penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Jalan Sidodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Minggu (22/02/2026).
Api yang berkobar cepat memicu kepanikan warga sekitar. Material yang terbakar berupa cairan mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan berpotensi menyebar ke area sekitar.
Komandan Peleton (Danton) Damkar Kota Pekanbaru, Dulgamar, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 12.13 WIB. Menanggapi laporan tersebut, tim langsung bergerak dari pos terdekat menuju lokasi kejadian.
“Kami mengerahkan tujuh unit armada, terdiri dari enam mobil pemadam air dan satu unit rescue. Personel berasal dari Pos Handayani dan Pos Panam,” tutur Dulgamar saat ditemui di lokasi.
Proses pemadaman berlangsung cukup menantang. Petugas menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan, di antaranya tumpahan solar yang meluas hingga masuk ke aliran anak sungai atau parit di sekitar lokasi. Kondisi tersebut memaksa petugas bekerja ekstra untuk melokalisir api agar tidak merembet ke permukiman warga.
Selain itu, angin kencang di lokasi kejadian turut mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman. Kerumunan warga yang memadati Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga sempat menghambat ruang gerak armada pemadam kebakaran.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua setengah jam, api akhirnya berhasil dikuasai.
“Sekitar satu jam pertama fokus pada pemadaman utama, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan. Total kurang lebih dua setengah jam api berhasil kita kuasai sepenuhnya,” tambah Dulgamar.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah tangki penampung berukuran besar, baik berbahan plastik maupun besi, ludes terbakar. Beberapa drum tampak berserakan di area yang menghitam akibat jilatan api.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara itu, kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.***