PEKANBARU, SERANTAU MEDIA — Pengurus Provinsi Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) Riau menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2026 di Aula Lapangan Tenis Belalang Tennis Academy (BTA), Pekanbaru, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan strategi pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Rakerprov dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau yang diwakili Kabid Layanan Kepemudaan, Helfandi, SE, M. si. Hadir juga Ketua Umum KONi Riau, Ir. H. Iskandar Hosein dan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Pelti se-Riau.
Ketua Umum Pelti Riau, Mohammad Rafee, mengatakan pelaksanaan Rakerprov merupakan amanah organisasi yang wajib dilaksanakan untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun agenda pembinaan ke depan.
“Rakerprov bukan hanya forum membahas program kerja, tetapi juga menjadi sarana memperkuat soliditas dan koordinasi antara pengurus provinsi dengan pengurus kabupaten dan kota. Dengan kebersamaan yang kuat, pembinaan tenis di Riau akan semakin terarah,” ujarnya.
Menurut Rafee, Pelti Riau berkomitmen memperkuat pembinaan atlet usia dini dan memperluas kompetisi sebagai wadah pembentukan atlet berprestasi.
Sementara itu, Ketua KONI Riau, Iskandar Hoesin, menyambut baik pelaksanaan Rakerprov sebagai forum penting dalam memperkuat koordinasi organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis untuk kemajuan cabang olahraga tenis.
“Rakerprov harus mampu menghasilkan program kerja yang terukur dan rekomendasi strategis yang dapat mendorong peningkatan prestasi atlet tenis Riau. Konsolidasi organisasi menjadi fondasi penting untuk mencapai target tersebut,” katanya.
Ketua KONI Riau juga menyampaikan apresiasinya terhadap Ketua Pelti Riau H. Muhammad Rafee dan jajaran pengurus yang secara swadaya membangun fasilitas lapangan dan akademi tenis Belalang Tennis Academy (BTA).
"Semoga dengan adanya BTA ini dapat semakin meningkatkan prestasi atlet tenis Riau," harapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dispora Riau, Helfandi. Ia menegaskan Rakerprov harus menjadi momentum bagi Pelti Riau untuk menyusun peta jalan atau roadmap pembinaan menuju PON 2028.
Menurutnya, tenis Riau harus memiliki target yang lebih tinggi, tidak sekadar berpartisipasi dalam ajang nasional, tetapi mampu bersaing dan meraih prestasi.
“Roadmap menuju PON 2028 harus mulai disusun dari sekarang. Atlet tenis Riau jangan hanya menjadi peserta, tetapi harus mampu menjadi peraih medali dan mengharumkan nama daerah,” ujar Helfandi.
Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi tidak boleh mematahkan semangat pembinaan olahraga. Pelti Riau didorong untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan komunitas olahraga, guna mendukung pengembangan atlet.
Selain itu, perhatian terhadap pembinaan atlet muda dinilai menjadi investasi jangka panjang yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Pembinaan usia dini harus menjadi prioritas. Dari sanalah lahir atlet-atlet potensial yang akan menjadi tulang punggung Riau pada masa mendatang,” katanya.
Melalui Rakerprov tersebut, Pelti Riau diharapkan mampu merumuskan program kerja yang efektif, memperkuat pembinaan atlet muda, serta membangun sinergi yang lebih luas guna meningkatkan prestasi tenis Riau di tingkat nasional.***
-
-
Pemko Pekanbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla Hingga 30 November
29 May, 2026 29 views -
Investasi AI Data Centre Rp88 Triliun Perkuat Transformasi Digital Batam
28 May, 2026 33 views -
-
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy