• Tue, May 2026

Ekoriparian, dan Kawasan Air Tetap Terjaga: Komitmen Kampus Unilak Jaga Lingkungan Berkelanjutan

Ekoriparian, dan Kawasan Air Tetap Terjaga: Komitmen Kampus Unilak Jaga Lingkungan Berkelanjutan


PEKANBARU, SERANTAU MEDIA- Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Faperta UNILAK) terus memperkuat fasilitas akademik dan pembelajaran berbasis praktik lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor pertanian, perkebunan Indonesia. 

Salah satu langkah yang saat ini sedang dipersiapkan adalah pengembangan lahan praktikum pembibitan tanama cabe, sayuran, kelapa sawit, dan lainya yang akan ditempatkan pada lahan bekas budidaya cabai. 

Pengembangan fasilitas ini sejalan dengan meningkatnya kepercayaan terhadap Faperta UNILAK dimana jumlah mahasiswa Faperta terus bertambah. Peningkatan jumlah mahasiswa tersebut tentu harus menyiapkan sarana pembelajaran yang lebih memadai, khususnya dalam pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan (experiential learning), agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan manajerial yang dibutuhkan industri.

Terkait dengan informasi yang berkembang di media sosial dan media bahwa adanya pembukaan Kawasan hutan yang berada di samping fakultas Pertanian, Dekan Faperta Unilak Dr Amalia membantahnya. Ia meluruskan bahwa kegiatan pembukaan lahan pembibitan tidak mengenai dan mengganggu kawasan resapan, atau kawasan ekoriparian kampus. 

"Fakultas Pertanian menegaskan bahwa lokasi yang dimanfaatkan bukan merupakan kawasan hutan penyangga ataupun kawasan resapan air sebagaimana yang diberitakan, " tegasnya.

Menurut Amalia, lahan yang digunakan merupakan lahan terbuka yang sebelumnya telah dimanfaatkan sebagai area budidaya tanaman hortikultura, khususnya cabai, sehingga bukan merupakan kawasan hutan alami ataupun kawasan konservasi yang baru dibuka.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pengembangan lahan dilakukan melalui perencanaan yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

"Kami memahami kekhawatiran berbagai pihak terhadap isu lingkungan. Karena itu seluruh pengembangan dilakukan secara terencana dengan memperhatikan tata kelola air, sistem drainase, pengaturan aliran pembuangan air, serta penggunaan pagar hidup berbasis tanaman sebagai bagian dari pendekatan ramah lingkungan. Prinsipnya, kami ingin menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan kampus," katanya.

Faperta UNILAK juga menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung konsep Green Campus melalui integrasi pendidikan, penelitian, dan praktik pertanian berkelanjutan yang mampu menghasilkan lulusan kompeten sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

"Kampus adalah ruang pendidikan dan ruang pembelajaran. Kami ingin mahasiswa memahami bahwa pembangunan sektor pertanian modern juga harus berjalan berdampingan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, Kawasan air dan lingkungan kampus secara menyeluruh," tutup Dr Amalia. (Rls)