• Mon, May 2026

Inflasi Riau April 2026 Terkendali di Angka 2,37 Persen

Inflasi Riau April 2026 Terkendali di Angka 2,37 Persen


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 2,37 persen pada April 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,03.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan inflasi terjadi akibat kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran. IHK meningkat dari 109,44 pada April 2025 menjadi 112,03 pada April 2026.

Secara wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 3,61 persen dengan IHK 113,32, sedangkan terendah di Kabupaten Kampar sebesar 1,51 persen dengan IHK 112,57.

Asep menjelaskan, inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran, terutama perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,57 persen serta pendidikan sebesar 5,08 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan dan minuman, restoran, transportasi, dan kesehatan.

Sementara itu, dua kelompok mengalami deflasi, yakni perlengkapan rumah tangga serta rekreasi, olahraga, dan budaya.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Riau mengalami inflasi 0,17 persen pada April 2026. Namun secara kumulatif tahun berjalan (year to date/y-to-d), masih tercatat deflasi sebesar 0,15 persen.

Beberapa komoditas yang mendorong inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, beras, telur ayam ras, dan nasi dengan lauk. Sebaliknya, cabai merah, bawang putih, dan kentang menjadi penyumbang deflasi.

Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga dipicu oleh komoditas seperti bawang merah, angkutan udara, minyak goreng, ikan, dan bensin.

Asep menambahkan, kontribusi terbesar terhadap inflasi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,94 persen, disusul makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,50 persen.

Secara umum, kondisi inflasi di Riau dinilai masih terkendali di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas.***