PEKANBARU: SERANTAU MEDIA – Keberangkatan perdana jemaah haji asal Provinsi Riau dijadwalkan pada 23 April 2026. Rombongan pertama berasal dari Pekanbaru yang tergabung dalam kloter BTH 3 menuju Batam, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada 24 April 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Riau, Defizon, memastikan seluruh persiapan keberangkatan telah rampung, baik administrasi maupun teknis.
Total jemaah haji Riau tahun ini mencapai 4.704 orang, terdiri dari 4.661 jemaah dan 43 petugas. Seluruh jemaah akan diberangkatkan melalui embarkasi Batam dan dijadwalkan menginap sekitar 24 jam di asrama haji sebelum terbang ke Arab Saudi.
Jemaah Riau terbagi dalam beberapa kelompok terbang. Untuk gelombang pertama, mereka tergabung dalam kloter 3 hingga kloter 12 dengan tujuan Madinah. Sementara kloter BTH 18 masuk gelombang kedua yang akan terbang ke Jeddah bersama jemaah dari Kalimantan Barat dengan total sekitar 257 orang termasuk petugas.
Pemerintah kembali menggunakan pola embarkasi Batam, setelah sebelumnya sempat menerapkan embarkasi antara di Pekanbaru pada musim haji 2019, 2022, dan 2023.
Dari sisi transportasi, keberangkatan disesuaikan dengan kondisi wilayah. Jemaah dari Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi akan berangkat melalui jalur udara dari Bandara Sultan Syarif Kasim II. Sementara jemaah Rokan Hulu menggunakan penerbangan dari Bandara Pasir Pangaraian.
Adapun jemaah dari Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti akan menempuh jalur laut menuju Batam.
Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, telah diselesaikan 100 persen. Perlengkapan seperti koper dan buku manasik juga telah dibagikan kepada seluruh jemaah.
Meski demikian, jemaah diimbau menjaga kesehatan, mengingat sekitar 76,2 persen jemaah asal Riau masuk kategori risiko tinggi.
“Jaga kondisi fisik dan rutin berolahraga agar kuat menjalani rangkaian ibadah,” ujar Defizon, Rabu (15/4/2026).
Ia juga mengingatkan jemaah untuk memahami tata cara ibadah haji melalui buku manasik yang telah diberikan serta tidak merasa khawatir berlebihan.
“Berangkatlah dengan tenang, seluruh kebutuhan jemaah telah disiapkan pemerintah,” katanya. (MCR/red)