• Mon, Aug 2026

Kasus DBD di Bengkalis Capai 691 Kasus, Tertinggi Terjadi pada Juni

Kasus DBD di Bengkalis Capai 691 Kasus, Tertinggi Terjadi pada Juni


BENGKALIS : SERANTAU MEDIA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis, Riau, mencapai 691 kasus sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jumlah kasus tertinggi tercatat pada Juni dengan 173 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ermanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, mengatakan kasus DBD mulai meningkat sejak April.

“Total kasus DBD dari Januari hingga Juli sudah mencapai 691 kasus. Kasus tertinggi terjadi pada Juni dengan 173 kasus,” ujar Irawadi seusai Dialog Negeri Junjungan Menyapa di RRI Bengkalis, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bengkalis, tercatat 91 kasus pada April dan meningkat menjadi 113 kasus pada Mei. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 173 kasus pada Juni.

Sementara pada Juli, jumlah kasus mengalami penurunan menjadi 67 kasus.

Menurut Irawadi, kondisi cuaca yang tidak menentu selama musim pancaroba menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

“Cuaca yang bergantian antara hujan dan panas menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Ini yang perlu diwaspadai bersama,” katanya.

Untuk mencegah penyebaran DBD, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), terutama dengan menerapkan langkah 3M, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air serta membersihkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan.

“Kami mengajak masyarakat menutup rapat penampungan air dan membersihkan lingkungan secara rutin. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk DBD,” ujarnya.

Selain mengedukasi masyarakat, Dinas Kesehatan Bengkalis melakukan fogging di lokasi yang ditemukan kasus DBD dan membagikan bubuk abate untuk membasmi jentik nyamuk.

Irawadi berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menekan kasus DBD sekaligus mencegah terjadinya lonjakan kasus pada bulan-bulan berikutnya. (rri/red)