• Tue, Sep 2026

Kekurangan Tenaga Kesehatan, Puskesmas Sungai Pelunggut Belum Layani 24 Jam

Kekurangan Tenaga Kesehatan, Puskesmas Sungai Pelunggut Belum Layani 24 Jam

Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan.


BATAM : SERANTAU MEDIA – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, tetap berjalan meski belum beroperasi selama 24 jam. Pemerintah Kota Batam menyebut keterbatasan tenaga kesehatan menjadi kendala utama penerapan layanan penuh.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan Puskesmas Sungai Pelunggut kini telah memiliki Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas dan tetap melayani masyarakat, terutama untuk penanganan kasus kegawatdaruratan.

“Puskesmas sudah ada Plt Kepala Puskesmas dan pelayanan sudah berjalan, terutama untuk kasus emergency. Namun, memang belum 24 jam karena petugas atau sumber daya kesehatannya belum tersedia sepenuhnya,” kata Rudi, Senin (28/9/2026).

Menurut Rudi, pemenuhan tenaga kesehatan masih berkaitan dengan proses penyesuaian penugasan pegawai, termasuk mutasi dan rotasi. Kondisi itu membuat pelayanan di Puskesmas Sungai Pelunggut belum dapat diterapkan secara penuh.

Selain persoalan tenaga kesehatan, Pemko Batam juga harus menyesuaikan perubahan ketentuan dan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan terkait penataan serta penugasan sumber daya manusia kesehatan.

“Setelah puskesmas selesai dibangun, ada beberapa perubahan peraturan dan juknis dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, perlu dilakukan penyesuaian di daerah agar pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang baru,” ujarnya.

Rudi mengatakan Pemko Batam terus memenuhi kebutuhan operasional dan tenaga kesehatan, baik untuk Puskesmas Sungai Pelunggut maupun fasilitas kesehatan lainnya, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Ia menegaskan belum beroperasinya puskesmas selama 24 jam bukan berarti pelayanan kesehatan dihentikan. Pelayanan tetap diberikan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan.

“Pelayanan kesehatan telah berjalan, khususnya untuk penanganan kasus kegawatdaruratan, sembari pemerintah menyelesaikan pemenuhan sumber daya manusia dan penyesuaian terhadap regulasi terbaru,” katanya.(rls/red)