BATAM: SERANTAU MEDIA - Deretan kemasan makanan ringan yang tersusun rapi di sebuah kamar indekos di kawasan Sakura Permai, Kecamatan Batuampar, Batam, sekilas tampak seperti stok camilan biasa.
Namun, di balik bungkus-bungkus itu, tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menemukan cara baru sindikat narkotika internasional menyamarkan barang haram.
Dalam penggerebekan yang dilakukan Jumat (31/7/2026), petugas mengamankan dua orang berinisial AJ dan DA. Sejumlah warga negara asing (WNA) juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan karena diduga memiliki kaitan dengan jaringan peredaran narkotika lintas negara.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Aswin Sipayung mengatakan penggerebekan di Batuampar merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan terhadap sindikat internasional yang beroperasi di Batam.
"Modus yang digunakan terus berkembang dengan memanfaatkan tren penggunaan rokok elektrik atau vape sebagai media peredaran narkotika," ujar Aswin.
Di dalam indekos tersebut, petugas menemukan 91 cartridge vape berisi etomidate yang disembunyikan di dalam kemasan makanan ringan dan produk sachet. Selain itu, turut disita sabu, ekstasi, ketamin, 86 butir psikotropika jenis Happy Five (H5), alat isap sabu, serta alat press plastik yang diduga digunakan untuk mengemas ulang narkotika sebelum diedarkan.
Menurut Aswin, cartridge vape dan cairan etomidate diduga diselundupkan dari Malaysia ke Batam melalui jalur laut menggunakan pelabuhan tidak resmi. Setibanya di Batam, barang tersebut dikemas ulang ke dalam bungkus makanan ringan agar tampak seperti produk asli dan tidak mudah dicurigai.
"Modus ini menunjukkan sindikat narkotika terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola konsumsi masyarakat. Mereka memanfaatkan kemasan makanan serta perangkat vape agar distribusi narkotika tidak mudah terdeteksi," katanya.
Penggerebekan di Sakura Permai bukan satu-satunya operasi pada hari itu. Tim gabungan juga menggerebek tiga lokasi lain di Batam sehingga total enam tersangka berhasil diamankan.
Dari empat lokasi tersebut, petugas menyita 1.076,18 gram serbuk MDMA, 50 gram sabu, 10 butir ekstasi, 170 cartridge vape berisi etomidate, 12 botol vial etomidate seberat 226 gram, 25,6 gram ketamin, 86 butir Happy Five, 88 perangkat vape elektrik, sembilan bong, enam timbangan digital, serta tiga alat press plastik.
BNN kini masih memburu dua warga negara asing berinisial SL dan WKC yang diduga menjadi pemasok utama etomidate dan sabu dari Malaysia. Keduanya diduga berperan mengirim bahan baku sebelum diolah, dikemas ulang, dan diedarkan oleh jaringan di Batam.
"Seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan. Kami masih mendalami jaringan ini dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang menjadi bagian dari sindikat internasional," ujar Aswin.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana jaringan narkotika terus mencari celah baru untuk mengelabui aparat. Kemasan makanan ringan dan perangkat vape yang akrab dengan kehidupan sehari-hari kini dimanfaatkan sebagai kedok untuk menyelundupkan narkotika, sekaligus menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum dalam memutus rantai peredarannya.***