• Sat, Apr 2026

Meski Karhutla Nihil, Operasi Modifikasi Cuaca Tetap Berlanjut, Ini Tujuannya

Meski Karhutla Nihil, Operasi Modifikasi Cuaca Tetap Berlanjut, Ini Tujuannya


PEKANBARU, SERANTAU MEDIA - Pemerintah Provinsi Riau tetap melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) meskipun laporan terbaru menunjukkan tidak adanya titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal, menjelaskan bahwa OMC tidak hanya difokuskan pada upaya pemadaman api, tetapi juga sebagai langkah pencegahan dini. Salah satunya dengan menjaga kelembapan lahan melalui hujan buatan agar kanal-kanal tetap terisi air dan tidak mudah terbakar.

“Walaupun titik karhutla nihil, OMC tetap kita lakukan. Tujuannya agar lahan tetap basah. Sehingga potensi kebakaran bisa ditekan,” kata Edy, Jumat (17/4/26).

Kegiatan OMC ini, pesawat Cessna C208 dengan registrasi PK-JVH milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menebarkan 1.000 kilogram garam (NaCl).

Secara keseluruhan, pesawat ini telah melaksanakan 43 sorti penerbangan selama 103 jam 32 menit, dengan total garam tersemai mencapai 43.000 kilogram. 

Selain itu, kegiatan OMC lainya juga dikerahkan pesawat THRUSH S2R-T34 dengan registrasi PK-KHH yang juga dioperasikan BNPB. Dilaporkan sebanyak 2.000 kilogram garam berhasil disemai.

Akumulasi pelaksanaan OMC oleh pesawat ini telah mencapai 10 sorti dengan total waktu terbang 23 jam 2 menit dan total garam tersemai sebanyak 10.000 kilogram. Stok garam yang tersedia saat ini tercatat 2.000 kilogram NaCl.

Kemudian, ada juga pesawat Casa 212-200 dengan registrasi A-2107 milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga turut ambil bagian dalam operasi ini. Sebanyak 1.600 kilogram garam dilaporkan telah disemai. 

"Diharapkan upaya melalui OMC ini mampu menjaga kondisi lahan tetap basah serta mencegah munculnya titik-titik api baru di wilayah Riau," ungkap Edy lagi. 

Selain operasi penyemaian garam, patroli udara menggunakan helikopter juga terus dilakukan untuk memantau kondisi wilayah secara berkala.(MCR/red)