DURI, SERANTAU MEDIA - Malam di Duri belum benar-benar terlelap ketika suara knalpot meraung memecah sunyi. Di Simpang Garoga, Desa Tambusai Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan, lampu jalan memantulkan bayang-bayang sepeda motor yang melintas cepat, Sabtu (21/2) sekitar pukul 23.00 WIB.
Namun malam itu berbeda. Sejumlah personel dari Polres Bengkalis sudah lebih dulu bersiaga.
Melalui Satuan Lalu Lintas bersama Polsek Mandau, patroli digelar untuk menekan kejahatan C3—pencurian, curas, dan curat—serta membubarkan indikasi balap liar yang kerap meresahkan warga di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Duri.
Kanit Binmas Polsek Mandau AKP Indra Farenal dan Kanit Turjawali Satlantas Polres Bengkalis Ipda Musdiono turun langsung memimpin operasi. Petugas menyisir titik yang kerap dijadikan arena adu kecepatan, terutama menjelang dini hari.
Hasilnya, lima unit sepeda motor yang terindikasi digunakan untuk balap liar berhasil diamankan. Kendaraan tersebut menggunakan knalpot brong yang selama ini menjadi sumber kebisingan warga sekitar.
“Kami hadir untuk menjawab keresahan masyarakat. Kendaraan yang terindikasi balap liar langsung kami tindak dengan penilangan sebagai efek jera,” ujar AKP Indra di lokasi.
Patroli tak hanya menyasar pembalap jalanan, tetapi juga mengantisipasi potensi tindak kriminal yang kerap muncul saat malam kian larut. Menurut Ipda Musdiono, kegiatan serupa akan terus dilakukan, termasuk pada Minggu dini hari, guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami ingin memastikan wilayah Duri tetap aman dan kondusif,” tegasnya seperti dikutip dari centralnews.
Selepas pukul 01.00 WIB, suasana berubah. Jalanan yang semula riuh oleh deru knalpot kembali hening. Tidak ada lagi suara bising yang memantul di antara ruko dan permukiman warga.
Malam itu, Duri terasa lebih tenang—setidaknya untuk sementara. ***