NATUNA : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Kabupaten Natuna terus mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Hingga kini, progres pembangunan fasilitas layanan gizi tersebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Wakil Bupati Natuna, Jarmin, mengatakan pihaknya telah menyampaikan laporan perkembangan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tindak lanjut percepatan program.
“Secara keseluruhan, pembangunan SPPG di Natuna hampir rampung. Kami sudah bersurat ke BGN untuk menindaklanjuti tahapan berikutnya,” ujar Jarmin di Natuna, Senin.
Ia menjelaskan, Natuna menargetkan pembangunan 26 unit SPPG. Dari jumlah tersebut, 14 unit diperuntukkan bagi wilayah 3T, sementara 12 unit lainnya masuk dalam kategori reguler.
Saat ini, enam unit SPPG reguler telah resmi beroperasi dan melayani masyarakat. Lima unit berada di Pulau Bunguran Besar, sedangkan satu unit lainnya berlokasi di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, yang merupakan wilayah pulau penyangga di kawasan perbatasan.
Terkait SPPG di Sedanau, Jarmin mengakui sempat terjadi penolakan dari sebagian warga. Kekhawatiran muncul karena lokasi bangunan berada di kawasan permukiman padat yang dinilai memiliki potensi risiko kebakaran.
Meski demikian, operasional tetap berjalan sesuai persetujuan Badan Gizi Nasional. Pemerintah daerah pun menyiapkan solusi dengan merencanakan relokasi lokasi layanan dalam beberapa bulan ke depan.
“SPPG di Sedanau baru mulai berjalan. Rencananya, setelah sekitar empat bulan operasional, lokasi pelayanan akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Jarmin berharap kehadiran SPPG di Natuna tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama di wilayah perbatasan.
“Kami ingin program ini memberi efek ganda, mulai dari perbaikan kualitas gizi hingga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Natuna,” pungkasnya.(ant/red)