BATAM : SERANTAU MEDIA– Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menyiapkan anggaran Rp3,77 miliar untuk membantu sarana dan prasarana usaha 210 nelayan skala kecil yang tergabung dalam 85 Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program pengelolaan perikanan tangkap dan pemberdayaan nelayan kecil.
“Total anggaran yang dianggarkan mencapai Rp3,77 miliar. Bantuan yang disiapkan itu ada berbagai jenis alat tangkap, serta mesin dan sarana pendukung kegiatan nelayan,” kata Yudi di Batam, Jumat (4/9/2026).
Bantuan alat tangkap yang disiapkan antara lain 1.648 unit bubu rajungan bento, lima unit jaring karang tandi, 200 kilogram jaring kelong, dan 90 unit jaring tenggiri.
Selain itu, nelayan juga akan menerima kawat bubu berbagai ukuran, masing-masing 110 gulung ukuran 18 x 1¼ kaki dan 65 gulung ukuran 18 x 1 kaki.
Untuk menunjang operasional melaut, pemerintah menyiapkan 54 unit mesin tempel 15 PK, 11 unit mesin tempel 40 PK, satu unit mesin tempel 50 PK, serta 100 unit mesin ketinting.
Bantuan juga mencakup delapan unit boat pancung berukuran 24 kaki.
Yudi mengatakan 210 nelayan penerima bantuan dari 85 KUB tersebut tersebar di sembilan kecamatan, yakni Belakang Padang, Bulang, Galang, Nongsa, Sagulung, Bengkong, Sei Beduk, Sekupang, dan Lubuk Baja.
Saat ini, proses penyaluran masih berada pada tahap pleno hasil verifikasi dan penetapan calon penerima. Pemerintah menargetkan bantuan mulai disalurkan pada Oktober 2026.
“Sekarang sedang tahap pleno hasil verifikasi calon penerima dan penetapan calon penerima. Target untuk penyaluran bantuan nanti di bulan Oktober,” ujarnya.
Menurut Yudi, proses verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh calon penerima memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Salah satu syarat utama penerima bantuan adalah memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Kartu tersebut memuat data terkait identitas dan jenis usaha nelayan, alat tangkap yang digunakan, spesifikasi kapal, hingga wilayah penangkapan ikan.
“KUSUKA menjadi syarat untuk mendapat bantuan alat tangkap. Karena di KUSUKA itu didata jenis nelayan, memakai alat tangkap apa, spesifikasi kapal, dan juga area tangkap nelayan tersebut,” kata Yudi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas nelayan kecil di Batam.
“Bantuan ini kita berikan untuk meningkatkan kemampuan produksi nelayan kecil. Semua sarana juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.