• Mon, Aug 2026

Pemprov Riau Percepat Peremajaan Kelapa, 2.143 Hektare Sudah Ditanami

Pemprov Riau Percepat Peremajaan Kelapa, 2.143 Hektare Sudah Ditanami


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mempercepat program peremajaan kelapa untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan perkebunan kelapa masyarakat. Hingga 9 Agustus 2026, sebanyak 2.143 hektare lahan telah ditanami.

Program peremajaan kelapa tersebut dilaksanakan melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Untuk Tahap I, proses Calon Petani dan Calon Lahan (CP/CL) telah rampung 100 persen dengan cakupan 4.500 hektare.

Setelah tahap CP/CL selesai, program dilanjutkan dengan distribusi benih dan penanaman. Hingga saat ini, distribusi benih telah mencapai 2.711 hektare atau sekitar 60 persen dari target.

Sementara realisasi penanaman mencapai 2.143 hektare atau sekitar 48 persen dari target Tahap I.

Kabupaten Indragiri Hilir menjadi daerah dengan realisasi penanaman tertinggi. Dari target 3.200 hektare, sekitar 1.786 hektare telah ditanami.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti, realisasi penanaman mencapai sekitar 357 hektare. Sedangkan Kabupaten Pelalawan masih berada pada tahap persiapan menuju penanaman.

Selain benih, penyediaan pupuk untuk Tahap I juga telah mencapai 100 persen atau sesuai dengan target 4.500 hektare. Distribusi dan penggunaan pupuk dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan penanaman di setiap daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriyadi, mengatakan pihaknya terus mengawal seluruh tahapan program agar pelaksanaannya berjalan sesuai target.

“Saat ini fokus kami adalah memastikan distribusi benih berjalan lancar sehingga penanaman bisa segera diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan,” kata Supriyadi, Minggu (9/8/2026).

Menurut Supriyadi, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kelompok tani terus diperkuat untuk memastikan distribusi benih hingga proses penanaman berjalan lancar.

Pendampingan kepada petani juga dilakukan untuk memastikan program tidak hanya mengejar luasan tanam, tetapi juga menjaga pertumbuhan tanaman hasil peremajaan.

“Kami optimistis seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana apabila semua pihak terus bersinergi. Pendampingan kepada petani juga terus dilakukan agar tanaman yang diremajakan dapat tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Program peremajaan tersebut ditujukan untuk mengganti tanaman kelapa yang sudah tua atau kurang produktif. Pemprov Riau berharap program ini dapat meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha perkebunan kelapa masyarakat. (MCR)